Periskop.id - Status Siaga 1 militer kembali menjadi perhatian publik setelah Panglima TNI menetapkan tingkat kesiapsiagaan tertinggi melalui telegram resmi. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika keamanan global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan nasional.
Penetapan status Siaga 1 bukan berarti Indonesia berada dalam kondisi perang. Namun kebijakan tersebut menunjukkan bahwa sistem kesiapsiagaan TNI sedang ditingkatkan agar seluruh personel serta alat utama sistem persenjataan berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan yang berkembang di tingkat internasional.
Panglima TNI Tetapkan Status Siaga 1
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status Siaga 1 melalui Telegram Nomor TR/283/2026. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.
Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai respons terhadap meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak lanjutan terhadap stabilitas keamanan global, termasuk Indonesia.
Dalam telegram tersebut, seluruh satuan TNI diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan operasional. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kesiapan alat utama sistem persenjataan, termasuk sistem pertahanan berbasis rudal.
Dengan semakin masifnya penggunaan sistem rudal dalam konflik modern, seperti yang terlihat dalam perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, kemampuan pertahanan berbasis rudal menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan negara.
Daftar Rudal Milik Indonesia
Indonesia diketahui memiliki sejumlah sistem rudal dari berbagai negara serta hasil pengembangan dalam negeri. Berikut beberapa rudal yang menjadi bagian dari sistem pertahanan TNI.
1. Rudal Starstreak
Rudal Starstreak diproduksi oleh Thales Air Defence di Belfast, Irlandia Utara pada era 1980-an. Sistem ini termasuk kategori MANPADS atau sistem pertahanan udara portabel jarak pendek.
Istilah portabel menunjukkan bahwa sistem ini dapat dioperasikan oleh personel dengan cara digendong atau dibawa oleh manusia.
Starstreak termasuk kategori High Velocity Missile yang mampu melaju dengan kecepatan lebih dari Mach 3. Sistem ini memiliki jangkauan tembak hingga sekitar 7 kilometer dengan kemampuan radar mencapai sekitar 250 kilometer.
Menurut artikel pertahanan yang dimuat oleh 19fortyfive pada 16 Maret 2022, Starstreak memiliki keunikan dibandingkan MANPADS lain karena dalam satu kali peluncuran sistem ini dapat melepaskan tiga amunisi sekaligus.
Rudal tersebut berisi tiga proyektil berbentuk panah yang akan terlepas dari badan rudal menuju target. Menurut Military Leak, proyektil tersebut dapat melaju dengan kecepatan sekitar 3.600 kilometer per jam.
Setiap proyektil memiliki panjang sekitar 396 milimeter dengan diameter 22 milimeter, berat sekitar 900 gram, serta membawa hulu ledak sekitar 450 gram.
2. Rudal Mistral
Mistral merupakan rudal pertahanan udara jarak pendek yang diproduksi oleh perusahaan MBDA dari Prancis.
Versi pertama rudal ini diperkenalkan pada tahun 1988 dengan nama Mistral S1. Kemudian versi Mistral 2 diperkenalkan pada tahun 1997, dan versi terbaru yaitu Mistral 3 diperkenalkan pada tahun 2018.
Rudal ini dilengkapi dengan peluncur ringan yang dapat dibawa oleh personel militer. Sistem Mistral dapat dioperasikan dari berbagai platform seperti darat, kendaraan tempur, gedung, maupun kapal.
Rudal Mistral Atlas memiliki mobilitas tinggi serta dilengkapi thermal sight yang mampu mendeteksi panas target. Sistem ini juga memiliki fitur Identification Friend or Foe untuk membedakan target kawan dan lawan.
Tingkat akurasi rudal ini disebut mencapai lebih dari 95 persen. Mistral dapat melaju hingga kecepatan Mach 2,8 dan mampu menghancurkan sasaran pada jarak hingga sekitar 6 kilometer dengan ketinggian luncur maksimum sekitar 3.000 meter.
3. Rudal Yakhont P-800
Yakhont P-800 merupakan rudal jelajah antikapal yang dikembangkan oleh perusahaan Rusia NPO Mashinostroyenia.
Rudal ini memiliki berat sekitar 3.000 kilogram dengan kecepatan mencapai Mach 2,5. Jangkauan tembaknya berkisar antara 120 hingga 300 kilometer.
Rudal ini mampu membawa hulu ledak seberat sekitar 250 kilogram. Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah teknologi pelacak yang canggih sehingga menyulitkan sistem pertahanan musuh untuk mendeteksi keberadaannya.
4. Rudal Kh-59ME
Kh-59ME merupakan rudal jelajah buatan Rusia yang menggunakan sistem propulsi bahan bakar padat. Rudal ini memiliki jangkauan hingga sekitar 200 kilometer.
Sistem ini dilengkapi dengan hulu ledak seberat sekitar 320 kilogram serta mesin turbojet yang dirancang untuk menyerang kapal.
Rudal Kh-59ME memiliki kecepatan subsonik sekitar Mach 0,78 hingga Mach 0,88. Dengan bobot sekitar 930 kilogram, kecepatan tersebut tergolong cukup tinggi untuk kategori rudal jelajah berukuran besar.
5. Rudal Petir V-101
Petir V-101 merupakan rudal jelajah buatan Indonesia yang dikembangkan oleh PT Sari Bahari bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan.
Rudal ini menggunakan mesin standar dengan kecepatan sekitar 260 kilometer per jam serta membawa hulu ledak seberat sekitar 10 kilogram.
Sistem kendali rudal ini dirancang agar mampu menargetkan sasaran vital yang tidak bergerak. Bentuknya unik karena menyerupai pesawat tempur mini.
Petir V-101 diluncurkan melalui rel sepanjang sekitar 10 meter sebelum terbang menggunakan mesin jet yang terpasang di bagian belakang. Jangkauan tembak rudal ini diperkirakan mencapai sekitar 80 kilometer.
6. Rudal Exocet MM40 Block 3
Rudal Exocet MM40 Block 3 mulai digunakan oleh TNI Angkatan Laut sejak tahun 2013.
Versi Block 3 merupakan pengembangan dari Exocet Block 2 dengan peningkatan pada jangkauan tembak. Rudal ini mampu menjangkau sasaran hingga sekitar 180 hingga 200 kilometer.
Kecepatan rudal ini berada pada kategori high subsonic dengan kecepatan sekitar Mach 0,93.
7. Rudal Raytheon AGM-65K2
Raytheon AGM-65K2 merupakan rudal buatan Raytheon Corporation dari Amerika Serikat.
Rudal ini memiliki panjang sekitar 2,49 meter dengan diameter sekitar 300 milimeter dan berat sekitar 360 kilogram.
Rudal tersebut mampu membawa hulu ledak seberat sekitar 57 kilogram dengan kecepatan sekitar 1.150 kilometer per jam. Jarak tembak maksimalnya diperkirakan mencapai sekitar 24 kilometer.
8. Rudal R-73
Rudal R-73 merupakan rudal jarak pendek yang awalnya digunakan oleh pesawat tempur Soviet pada masa Perang Dingin.
Rudal ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1973 oleh perusahaan Vympel NPO.
Rudal R-73 memiliki panjang sekitar 2,93 meter dengan diameter sekitar 165 milimeter serta bobot sekitar 105 kilogram.
Sistem ini menggunakan mesin roket berbahan bakar padat yang mampu melesat hingga kecepatan Mach 2,5. Jangkauan tembaknya mencapai sekitar 30 kilometer dengan hulu ledak seberat sekitar 7,4 kilogram.
Tinggalkan Komentar
Komentar