periskop.id - Fenomena cuaca panas yang dipantau BMKG dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik. Suhu udara di sejumlah kota besar Indonesia meningkat signifikan, di mana masyarakat merasakan terik matahari semakin menyengat sejak pagi hingga siang, bahkan di wilayah yang sebelumnya masih sering diguyur hujan.

BMKG mencatat suhu maksimum pertengahan Maret 2026 mencapai 34 hingga lebih dari 35 derajat Celsius di berbagai wilayah.

Kondisi panas ini tidak hanya terjadi di daerah tertentu, tetapi merata di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Kalimantan dan Papua. Di beberapa titik pengamatan, suhu tercatat melampaui 35°C, tergolong tinggi untuk iklim tropis Indonesia.

Wilayah perkotaan terasa lebih panas karena efek urban heat island, di mana permukaan beton dan aspal menyerap panas lebih banyak dibandingkan area hijau.

Penyebab Utama Menurut BMKG

BMKG menjelaskan lonjakan suhu ini merupakan bagian dari masa peralihan musim atau pancaroba, dari musim hujan menuju kemarau. Pada periode ini, tutupan awan berkurang sehingga radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi.

Selain itu, kelembapan udara yang masih tinggi membuat sensasi panas terasa lebih menyengat dan tidak nyaman, terutama pada siang hari.

Indikasi Awal Musim Kemarau 2026

Fenomena panas ini juga menjadi sinyal awal datangnya musim kemarau 2026. BMKG memprediksi sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki kemarau sejak April, terutama Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi.

Artinya, tren suhu panas berpotensi berlanjut dalam beberapa minggu ke depan.

Ranking 10 Kota Terpanas (Data BMKG 14–15 Maret 2026)

  1. Jakarta Timur (Halim Perdana Kusuma) – 35,6°C
  2. Ciputat, Banten – 35,5°C
  3. Tangerang, Banten – 35,4°C
  4. Palangkaraya, Kalimantan Tengah – 35,2°C
  5. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – 35,2°C
  6. Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah – 35,2°C
  7. Melawi, Kalimantan Barat – 34,8°C
  8. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah – 34,6°C
  9. Boven Digoel, Papua – 34,6°C
  10. Deli Serdang, Sumatera Utara – 34,5°C

Selain itu, Surabaya, Pontianak, dan Bandar Lampung juga mencatat suhu mendekati 34°C.

Suhu tinggi ini berdampak langsung pada kesehatan dan aktivitas masyarakat. Risiko dehidrasi, kelelahan, hingga heatstroke meningkat, terutama bagi pekerja luar ruangan.

Di sisi lain, konsumsi listrik naik karena penggunaan pendingin ruangan lebih intensif, sementara sektor pertanian mulai terdampak oleh berkurangnya kelembapan tanah.

Tren Jangka Panjang dan Perubahan Iklim

Secara global, peningkatan suhu tidak lepas dari tren perubahan iklim. Wilayah tropis seperti Indonesia mengalami peningkatan frekuensi hari panas dalam beberapa tahun terakhir.

Data BMKG menunjukkan suhu maksimum di atas 34°C kini semakin sering terjadi, terutama menjelang musim kemarau.

Secara menyeluruh, fenomena cuaca panas yang terjadi belakangan merupakan kombinasi faktor musim, radiasi matahari, dan kondisi atmosfer. Dengan suhu yang menembus 35°C di beberapa wilayah, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan.