periskop.id - Di kancah politik dan ekonomi Indonesia, nama Hashim Djojohadikusumo tentu sudah tidak asing lagi. Selain dikenal sebagai adik kandung dari Presiden RI 2024–2029, Prabowo Subianto, Hashim adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki rekam jejak panjang. Belakangan, sosoknya kembali menjadi buah bibir setelah melontarkan pernyataan terkait upaya kudeta Prabowo.

Kabar Upaya Kudeta Prabowo

Sebagai Utusan Khusus Presiden, Hashim mengungkapkan adanya indikasi upaya dari pihak tertentu untuk menggulingkan Presiden Prabowo secara inkonstitusional, padahal masa jabatan belum genap satu setengah tahun. 

Meski kabar ini tergolong sensitif, Hashim menyebutkan bahwa kakaknya tetap tenang dan enggan ambil pusing. Bagi mereka, fokus utama saat ini adalah bekerja untuk rakyat melalui program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis dan layanan kesehatan gratis bagi puluhan juta warga.

Isu ini sempat memicu reaksi dari PDI Perjuangan (PDIP). Pihak PDIP menilai bahwa istilah kudeta biasanya identik dengan pergerakan kelompok bersenjata. Mereka berpendapat bahwa klaim tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai wibawa presiden di mata institusi keamanan. 

Profil dan Latar Belakang Keluarga

Hashim Sujono Djojohadikusumo lahir di Jakarta pada Juni 1954 dari keluarga dengan latar belakang intelektual yang kuat. Ayahnya adalah Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, seorang ekonom legendaris Indonesia, sementara kakeknya, Margono Djojohadikoesoemo, merupakan tokoh yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama pertama Bank Negara Indonesia (BNI).

Dalam pernikahannya dengan Anie Hashim Djojohadikusumo, ia dikaruniai tiga anak bernama Aryo Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, dan Indra Djojohadikusumo.

Pendidikan Hashim ditempuh di berbagai sekolah ternama di dunia, mulai dari London dan Singapura hingga meraih gelar di bidang Ilmu Politik dan Ekonomi dari Pomona College, California. Bekal akademis inilah yang kemudian membentuk ketajaman intuisinya dalam dunia bisnis.

Bisnis Hasyim Djojohadikusumo

Karier Hashim dimulai saat magang di sebuah bank investasi di Prancis. Lalu, setelah kembali ke Indonesia, Hashim mengawali kariernya dengan menjabat sebagai direktur di perusahaan konsultan milik ayahnya, PT Indoconsult Associates, selama dua tahun. 

Ia kemudian mendirikan PT Era Persada yang fokus pada perdagangan nasional. Berkat ketajaman intuisinya, ia sukses mengelola berbagai perusahaan besar seperti PT Tidar Kerinci Agung, PT Bank Universal, hingga PT Tirtamas Majutama. Kini, Hashim terus mengepakkan sayap melalui Arsari Group yang menguasai sektor perkebunan, pertambangan, migas, hingga energi terbarukan di dalam maupun luar negeri.