Periskop.id - Keberhasilan memosisikan diri di titik tengah pasar ritel kopi telah membuahkan hasil gemilang bagi Kopi Kenangan. Perusahaan yang didirikan di Indonesia ini berhasil mencatatkan tonggak sejarah penting saat resmi menjadi unicorn pada 2021. 

Status tersebut diraih setelah perusahaan sukses mengumpulkan dana sebesar US$96 juta dalam putaran pendanaan Seri C. Hanya dalam waktu dua tahun sejak pencapaian itu, Kopi Kenangan bahkan mampu melampaui unit lokal Starbucks dalam hal jangkauan ritel di tanah air.

Sebagai catatan teknis, pendanaan Seri C merupakan tahap pendanaan lanjutan bagi perusahaan rintisan atau startup yang sudah mapan, sukses, dan memiliki valuasi tinggi. 

Fokus utama pada tahap ini adalah mendorong pertumbuhan pesat melalui ekspansi pasar, baik lokal maupun internasional, melakukan akuisisi perusahaan lain, hingga persiapan untuk melantai di bursa saham atau IPO. 

Startup yang berada di tahap ini umumnya telah memiliki pendapatan yang stabil serta model bisnis yang terbukti dengan risiko kegagalan yang minim.

Struktur Operasional dan Jangkauan Pasar Internasional

Dalam menjalankan bisnisnya, Kopi Kenangan memiliki strategi operasional yang berbeda di setiap wilayah. Perusahaan memiliki dan mengoperasikan sendiri hampir semua gerainya di pasar domestik Indonesia, serta di Singapura, Malaysia, dan India. 

Sementara itu, untuk pasar Filipina dan Australia, mereka memilih menggunakan sistem waralaba atau franchise. Perlu diketahui bahwa untuk operasional di luar negeri, gerai ini dikenal dengan merek Kenangan Coffee.

Hingga data terakhir pada Desember, Kopi Kenangan mengklaim posisinya sebagai jaringan kopi terbesar di Indonesia dengan penguasaan sepertiga pangsa pasar nasional. Secara rinci, perusahaan kini memiliki 1.136 gerai di dalam negeri, 158 gerai di Malaysia, serta 30 gerai yang tersebar di negara lain. 

Mayoritas dari gerai tersebut, yakni sekitar 85%, mengusung konsep kios grab-and-go yang beroperasi tanpa menyediakan fasilitas tempat duduk.

Statistik Pangsa Pasar Ritel Kopi

Mengutip laporan dari Forbes, berikut adalah rincian penguasaan pangsa pasar ritel kopi di Indonesia yang memperlihatkan dominasi Kopi Kenangan atas pesaing global maupun lokal lainnya:

NoMerek KopiPangsa Pasar (%)
1Kopi Kenangan33,7%
2Tomoro Coffee23,9%
3Starbucks23,4%
4Janji Jiwa12,6%
5Lain Hati4,5%
6Fore1,9%

Pemulihan Finansial dan Rekor Pendapatan

Setelah sempat mengalami masa sulit dengan kerugian selama lima tahun berturut-turut pascapandemi Covid-19, Kopi Kenangan akhirnya berhasil membalikkan keadaan. 

Pada 2025, perusahaan kembali meraup untung dengan laba bersih sebesar US$17 juta. Pencapaian ini didorong oleh lonjakan pendapatan sebesar 45% yang menyentuh angka US$184 juta.

Momentum positif tersebut terus terjaga hingga memasuki tahun 2026. Pada kuartal pertama tahun 2026, nilai penjualan dilaporkan melonjak drastis sebesar 70% menjadi US$57 juta jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Keberhasilan Kopi Kenangan tidak lepas dari suntikan modal yang masif. Berdasarkan data Forbes, perusahaan ini telah mengumpulkan total dana sebesar US$234 juta melalui setidaknya lima putaran pendanaan. 

Investor yang terlibat mencakup jajaran firma ternama dan tokoh dunia, termasuk Arrive milik rapper Amerika Serikat Jay-Z serta Serena Ventures milik bintang tenis Serena Williams.

Daftar pendukung utama lainnya meliputi:

  1. Peak XV Partners asal India (yang sebelumnya dikenal sebagai Sequoia India & Southeast Asia).
  2. GIC, yang merupakan dana kekayaan kedaulatan Singapura.
  3. Horizons Ventures milik miliarder asal Hong Kong, Solina Chau.
  4. B Capital, firma investasi yang didirikan oleh Eduardo Saverin, penduduk Singapura yang juga merupakan salah satu pendiri Meta Platforms (Facebook).