periskop.id - Saham Wilmar International terpantau melemah pada perdagangan Kamis (28/5) di tengah mencuatnya dugaan praktik ekspor crude palm oil (CPO).
Berdasarkan data Google Finance, saham Wilmar (F34:SGX) ditutup di level S$3,39, turun 3,69% dibandingkan penutupan sebelumnya di S$3,52. Sepanjang perdagangan, saham sempat menyentuh level tertinggi di kisaran S$3,45 dan terendah di S$3,15.
Pada awal sesi, saham Wilmar sempat terkoreksi 10,51% ke level S$3,15 sebelum sempat pulih. Namun, penguatan tidak bertahan lama dan pergerakan saham cenderung melemah hingga penutupan. Dalam sepekan terakhir, saham Wilmar tercatat turun 9,36%. Meski demikian, secara year to date (YTD) saham ini masih menguat 11,15%.
Pelemahan saham terjadi seiring berkembangnya dugaan praktik manipulasi ekspor CPO yang saat ini masih dalam tahap pendalaman pemerintah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memberi sinyal keterlibatan Wilmar dalam praktik nakal ekpor CPO. Bendahara negara itu mengungkapkan pemerintah masih menghitung potensi kerugian negara akibat dugaan praktik under invoicing dan transfer pricing oleh sejumlah eksportir besar.
"Ini kan sudah bergulir yang CPO belum kita serahkan, masih kita hitung tapi sudah ada semuanya perusahaannya," ujar Purbaya kepada media di Jakarta, Selasa (26/5).
Ia menjelaskan, dugaan manipulasi dilakukan dengan melaporkan nilai ekspor lebih rendah dibanding harga sebenarnya melalui transaksi dengan perusahaan di luar negeri.
"Tapi yang kita lihat harga di sini ekspor ke sana, itu setengah harga yang dari sini ke sana. Jadi ada under-invoicing, penyelundupan, 50% lah," ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Purbaya menyebut dua grup besar yang masuk dalam pendalaman tersebut, yakni Wilmar International dan Musim Mas Group. Selain itu, ia juga mengonfirmasi adanya nama Salim Ivomas Pratama yang merupakan bagian dari grup Indofood.
"Itu dua betul, dua-duanya. Siapa lagi? Dari mana listnya?" ujar Purbaya.
"Salim Ivomas sepertinya ada," tambahnya.
Pemerintah menyatakan proses pendalaman masih berlangsung dan belum memasuki tahap penegakan hukum.
Sebagai informasi, Wilmar International merupakan perusahaan agribisnis yang berbasis di Singapura dan didirikan pada 1991. Perusahaan ini memiliki lebih dari 300 entitas anak usaha dengan kegiatan bisnis yang mencakup budidaya kelapa sawit, pengolahan dan pemurnian minyak nabati, penggilingan biji minyak, hingga produksi oleokimia dan biodiesel.
Wilmar juga mengoperasikan lebih dari 500 fasilitas manufaktur serta jaringan distribusi yang tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia, China, dan India.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar