periskop.id - Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melesat signifikan pada perdagangan hari ini di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak di zona hijau. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas pasar jelang penyesuaian portofolio global dalam rebalancing indeks MSCI.

IHSG sendiri tercatat naik 1,24% ke level 6.205,94 saat berita ini ditulis, mencerminkan sentimen positif yang turut mengangkat sejumlah saham konglomerasi, khususnya milik taipan Prajogo Pangestu.

Advertisement

Saham PTRO menjadi salah satu yang paling mencolok dengan kenaikan 23,26% ke level 4.600. Dalam sepekan terakhir, saham ini telah menguat 12,20%. Meski demikian, secara year to date (YTD), PTRO masih terkoreksi cukup dalam yakni sebesar 58,93%.

Tak hanya PTRO, sejumlah saham lain dalam grup Prajogo Pangestu juga menunjukkan pergerakan signifikan. Saham Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 23,47% ke level 1.920. Secara mingguan, BRPT naik 9,12%, meskipun masih turun 39,97% sejak awal tahun.

Sementara itu, saham Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) justru terkoreksi 3,95% ke level 1.825. Dalam sepekan, TPIA ambles 25,31% dan telah anjlok 74,39% secara YTD.

Saham Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kompak menyentuh auto reject atas (ARA). CUAN naik 24,75% ke level 630 dan menguat 6,78% dalam sepekan, meski masih turun 72,49% sejak awal tahun. BREN bahkan melesat 25% ke level 3.300 dengan kenaikan mingguan 26,92%, namun masih terkoreksi 65,89% YTD.

Selain itu, saham Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga menguat 17,22% ke level 885. Dalam sepekan, CDIA naik 9,32%, tetapi masih terkoreksi 48,40% sejak awal tahun.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini didorong oleh sentimen eksternal, khususnya perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengarah pada perpanjangan gencatan senjata.

“Kesepakatan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah, sehingga meningkatkan sentimen risiko global,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (29/5).

Pada sesi pertama, IHSG sempat naik 87 poin atau 1,43% ke level 6.217. Bursa regional Asia juga didominasi penguatan seiring membaiknya sentimen global.

Meski demikian, Pilarmas mengingatkan bahwa pelaku pasar masih mencermati tekanan domestik, terutama pelemahan rupiah terhadap dolar AS serta volatilitas menjelang rebalancing indeks MSCI.

“Pasar juga mempertimbangkan tekanan dari dalam negeri dan dinamika rebalancing MSCI yang berpotensi menahan laju penguatan IHSG,” lanjutnya.

Adapun pada perdagangan hari ini, saham-saham dengan kenaikan terbesar antara lain BREN, CUAN, BHAT, BUVA, dan BRPT. Sementara saham dengan penurunan terdalam diisi oleh ASPR, TALF, MGNA, PMUI, dan UNIC.