Periskop.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) secara resmi mengumumkan pengangkatan Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris Non Independen perusahaan.
Keputusan strategis ini merupakan hasil kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang kemudian diperkuat melalui surat resmi dari otoritas pengawas keuangan.
Kepastian mengenai pengangkatan ini disampaikan melalui Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. SR-291/PB. 13/2026 tertanggal 17 April 2026. Penunjukan ini menandai langkah baru bagi perseroan dalam memperkuat tata kelola organisasi dengan menghadirkan pakar ekonomi yang memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan.
"OJK menyampaikan Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEPR-48/D.03/2026 tanggal 17 April 2026 yang menyetujui pengangkatan Bapak Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris Non Independen Perseroan," tulis manajemen melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Senin (20/4).
Profil dan Rekam Jejak Febrio Nathan Kacaribu
Penunjukan Febrio Kacaribu sebagai Komisaris BBNI menambah daftar panjang pejabat dari Kementerian Keuangan yang dipercaya menduduki kursi komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Febrio sendiri merupakan warga negara Indonesia berusia 47 tahun dengan latar belakang pendidikan yang sangat mumpuni di bidang ekonomi.
Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi untuk meraih gelar Master of International dan Development Economics dari Australian National University.
Melengkapi kualifikasi akademisnya, ia juga menyandang gelar Ph.D Ilmu Ekonomi dari University of Kansas.
Sebelum bergabung dengan jajaran dewan komisaris BNI, Febrio telah memegang berbagai posisi kunci. Beliau tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan dalam kurun waktu 2020 hingga 2025.
Selain itu, ia memiliki pengalaman di industri pupuk sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) pada periode yang sama.
Saat ini, selain menjalankan tugas sebagai Komisaris BNI (2025 hingga saat ini), ia juga mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan sejak 2025.
Daftar Pejabat Kementerian Keuangan yang Menjabat Komisaris BUMN
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Periskop, tren penempatan pejabat eselon Kementerian Keuangan di kursi komisaris BUMN meliputi beberapa nama besar yang mengawasi sektor perbankan, energi, hingga infrastruktur. Berikut adalah daftar pejabat tersebut:
Awan Nurmawan Nuh
Dalam Laporan Tahunan 2025 BRI, pria berusia 57 tahun ini tercatat menjabat sebagai Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sejak 2023. Di samping tugasnya di perbankan, ia saat ini merangkap sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan sejak 2021.
Sebelumnya, ia memiliki pengalaman sebagai Komisaris Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) pada 2020 hingga 2023.
Heru Pambudi
Berdasarkan Laporan Tahunan 2024 Pertamina, Heru Pambudi menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) sejak 2021. Secara bersamaan, ia mengemban posisi sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan sejak 2021.
Luky Alfirman
Mengutip Laporan Tahunan 2025 Bank Mandiri, Luky Alfirman yang kini berusia 55 tahun menjabat sebagai Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terhitung sejak 25 Maret 2025.
Ia merangkap jabatan sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan sejak 2025. Rekam jejak sebelumnya mencatat bahwa ia pernah menjabat sebagai Komisaris PT Perusahaan Gas Negara pada periode 2019 hingga 2025.
Suahasil Nazara
Menurut Laporan Tahunan 2024 PLN, pria berusia 55 tahun ini menduduki posisi Wakil Komisaris Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sejak 2024.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa Suahasil juga merangkap sebagai Wakil Menteri Keuangan, sebuah posisi yang telah ia jabat sejak 2019.
Suryo Utomo
Melansir Laporan Tahunan 2025 BTN, Suryo Utomo yang berusia 56 tahun resmi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sejak 26 Maret 2025.
Pada waktu yang bersamaan, ia dipercaya sebagai Kepala Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan Kementerian Keuangan sejak Mei 2025. Sebelumnya, ia pernah mengabdi sebagai Komisaris PT Sarana Multi Infrastruktur sejak November 2019 hingga April 2025.
Tinggalkan Komentar
Komentar