Periskop.id - Masyarakat Amerika Serikat saat ini tengah berada dalam fase evaluasi besar-besaran mengenai makna kesuksesan finansial. 

Berdasarkan laporan terbaru bertajuk 2026 Wells Fargo Money Study, terjadi pergeseran signifikan mengenai cara individu mendapatkan nasihat keuangan serta bagaimana pola dukungan finansial yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka yang telah dewasa.

Studi ini menyoroti fenomena banyaknya orang dewasa dari generasi Z (Gen Z) yang terpaksa menunda berbagai tonggak kehidupan besar. 

Kondisi ekonomi yang menantang memaksa mereka untuk tetap bergantung pada dukungan keluarga, yang pada akhirnya memicu percakapan sulit mengenai kemandirian finansial antara orang tua dan anak.

Tekanan Finansial dan Dampaknya bagi Keluarga

Dampak dari tekanan ekonomi yang dialami Gen Z ternyata tidak hanya dirasakan oleh para anak muda tersebut, melainkan merembet secara langsung kepada kondisi kesejahteraan orang tua mereka. 

Data statistik dalam studi ini menunjukkan angka yang cukup mengejutkan terkait pola ketergantungan tersebut. Dua pertiga atau sekitar 64% orang tua yang memiliki anak Gen Z dengan rentang usia 18 hingga 28 tahun menyatakan bahwa anak-anak mereka masih bergantung secara finansial. 

Ketergantungan ini mencakup berbagai bentuk, mulai dari bantuan uang tunai, penyediaan tempat tinggal, hingga bentuk dukungan lainnya.

Bagi para orang tua, dukungan ini bukan tanpa pengorbanan. Sebanyak 56% dari mereka mengaku bahwa pemberian sokongan tersebut telah membebani kondisi finansial mereka sendiri. 

Di sisi lain, para responden dari kalangan Gen Z juga merasakan tekanan yang sama beratnya. Sebanyak 46% responden Gen Z mendeskripsikan kehidupan finansial mereka saat ini berada dalam kondisi berantakan. 

Akibatnya, banyak dari mereka yang terpaksa menunda rencana besar seperti pindah rumah, menikah, melanjutkan pendidikan, hingga melakukan perubahan karier.

Pergeseran Sumber Informasi Keuangan

Salah satu temuan menarik lainnya dari studi Wells Fargo tahun 2026 ini adalah tren Gen Z yang semakin menjauh dari institusi keuangan tradisional saat mencari nasihat keuangan. Mereka kini lebih mengandalkan platform digital dan komunitas daring.

Data menunjukkan bahwa hampir setengah dari populasi Gen Z, yakni 44%, lebih memilih mengandalkan video di YouTube sebagai sumber informasi keuangan. 

Selain itu, angka yang signifikan sebesar 34% beralih ke media sosial seperti Instagram atau TikTok, sementara 25% lainnya lebih memercayai komunitas online sebagai panduan finansial mereka.

Emily Irwin, selaku Kepala Perencanaan Kekayaan Pribadi di Wells Fargo, memberikan pandangannya terhadap dinamika ini. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam keluarga untuk menghadapi masa transisi yang sulit ini.

"Tidak mengherankan jika orang dewasa muda bersandar pada keluarga dan sumber nontradisional untuk mendapatkan dukungan, tetapi dinamika ini juga memberi tekanan pada orang tua. Komunikasi terbuka, ekspektasi yang jelas, dan perencanaan bersama dapat membantu keluarga melewati tahap ini bersama-sama," ujar Irwin.

Tentang Riset 2026 Wells Fargo Money Study

Penelitian 2026 Wells Fargo Money Study merupakan studi komprehensif yang dilakukan melalui survei daring nasional. 

Riset ini melibatkan 3.773 orang dewasa di Amerika Serikat serta 215 remaja berusia 14 hingga 17 tahun. Survei tersebut dilaksanakan pada periode 19 November hingga 17 Desember 2025 oleh Versta Research.

Hasil penelitian ini telah diberi bobot sedemikian rupa agar dapat mencerminkan profil populasi Amerika Serikat secara akurat, mulai dari aspek usia, gender, ras, etnis, tingkat pendapatan, aset, pendidikan, hingga status kepemilikan bisnis. 

Wells Fargo sendiri merupakan salah satu perusahaan jasa keuangan terkemuka di Amerika Serikat yang secara rutin memantau dinamika ekonomi masyarakat.