periskop.id - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pemerintah akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap perlintasan sebidang kereta api yang berisiko tinggi. Langkah ini diambil sebagai respons strategis atas arahan Presiden Prabowo Subianto pasca-tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
AHY menyoroti masih banyaknya titik perlintasan yang belum memiliki sistem pengamanan optimal, baik dari sisi teknologi maupun ketersediaan petugas penjaga.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum beserta jajarannya. Masih cukup banyak perlintasan sebidang yang belum memiliki sistem pengamanan optimal,” kata AHY di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).
AHY menjelaskan, evaluasi di lapangan saja tidak cukup. Ia mendorong adanya solusi infrastruktur jangka panjang melalui pembangunan jembatan layang (flyover) atau jalan bawah tanah (underpass) di titik-titik perlintasan dengan kepadatan kendaraan tinggi.
Menurutnya, integrasi yang kuat antara pengelola jalan raya dan pengelola rel kereta api diperlukan untuk menciptakan keamanan transportasi yang komprehensif.
“Kita ingin memastikan hadir solusi infrastruktur. Perlu kita bangun flyover atau underpass di sejumlah kota yang sangat padat. Ini perlu pendekatan komprehensif dengan mengedepankan faktor keselamatan bagi semua,” tegasnya.
Selain masalah perlintasan sebidang, AHY juga menanggapi isu gangguan sistem persinyalan yang diduga menjadi salah satu pemicu kecelakaan. Namun, ia menegaskan pemerintah masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Terkait persinyalan, saya ingin menunggu laporan resmi lengkap dari KNKT karena ini melibatkan banyak pemangku kepentingan. Kita akan pastikan apakah memang ada gangguan, ada kesalahan, atau ada sesuatu yang tidak seharusnya terjadi,” jelas AHY.
AHY memastikan proses investigasi akan dilakukan secara transparan dan mencakup seluruh aspek teknis tanpa terkecuali.
“Tapi tidak hanya itu, ada banyak aspek lainnya. Semua pasti akan kita investigasi, tidak boleh ada yang tertinggal karena setiap faktor bisa saling memengaruhi. Terima kasih semuanya,” pungkas AHY.
Tinggalkan Komentar
Komentar