periskop.id - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) menyambut kedatangan 250 ekor sapi perah impor yang sebelumnya mendarat di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah pada 2 Februari 2026. Kedatangan ternak ini menjadi bagian dari dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo dan sejak Januari 2025 menargetkan 20 juta penerima dengan kebutuhan sekitar 4 juta ton susu per tahun.

Manajemen menyebut langkah strategis ini sejalan dengan target pemerintah dalam pengadaan sapi induk yakni 400 ribu ekor pada 2025 setengahnya sapi perah sebagai bagian dari rencana mencapai 2 juta sapi dalam lima tahun ke depan.

"Kedatangan ini merupakan rencana dan bagian dari Program Pemerintah yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menargetkan mengimpor 400 ribu sapi pada 2025 setengahnya merupakan sapi perah sebagai bagian dari target 2 juta sapi dalam 5 tahun ke depan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI Kamis (19/2).

Adapun, proses kedatangan sapi perah ini dilakukan melalui kerja sama strategis dengan PT Lunar Chemplast dengan memastikan ternak yang didatangkan memenuhi standar kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan. Setibanya di Cilacap, sapi perah menjalani masa karantina sekitar dua minggu sesuai prosedur kesehatan hewan sebelum dipindahkan ke Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Manggala di Baturaden, Kabupaten Banyumas.

Kawasan peternakan di Baturaden dirancang dengan fasilitas kandang seluas 1.709 m² dan lahan pendukung 1.448 m², memastikan kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas ternak secara optimal. Lokasinya di dataran tinggi dengan iklim sejuk juga ideal untuk menjaga stabilitas produksi susu dan kesejahteraan sapi.

Selanjutnya, dalam pengelolaan ternak, BEEF menggandeng BBPTU Baturaden untuk menerapkan standar manajemen peternakan terbaik mulai dari pemeliharaan teknis, pengawasan kesehatan, hingga pengembangan sistem produksi berkelanjutan.

Perseroan juga menyiapkan lahan penanaman pakan seluas 178.214 m² di Desa Tumiyang, Pekuncen, dengan kondisi agroklimat yang mendukung pertumbuhan hijauan berkualitas tinggi untuk menjaga nutrisi dan produktivitas sapi perah.

Dengan strategi ini BEEF optimis mampu meningkatkan kapasitas produksi susu segar secara signifikan memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Perseroan dalam membangun sektor peternakan modern yang berkelanjutan, efisien, dan andal sebagai bagian dari ketahanan pangan Indonesia.