periskop.id - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menegaskan target marketing sales senilai Rp4,3 triliun sepanjang 2026 tidak akan direvisi. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ke level 5,5% dinilai tidak cukup untuk mengubah arah strategi perseroan.

Sekretaris Perusahaan PANI Christy Grassela memaparkan, perseroan mengandalkan strategi diversifikasi produk sebagai penopang utama untuk mengejar target tersebut hingga penghujung tahun.

Advertisement

"Jajaran direksi sampai saat detik ini belum ada niat untuk merevisi baik ke bawah atau ke atas target tahunan marketing sales. Kami masih berpatokan pada target yang akan dicapai sampai bulan Desember 2026 yaitu Rp4,3 triliun marketing sales yang akan ditopang dari penjualan rumah, ruko, rukan, dan juga kavling komersial," ujar Christy dalam Paparan Publik Expose Live 2026, Kamis (11/6).

Target Rp4,3 triliun itu terdiri dari tiga sumber pendapatan. Segmen residensial ditargetkan menyumbang Rp2,54 triliun, produk komersial Rp788 miliar, dan kavling tanah komersial Rp975 miliar.

Hingga Maret 2026, PANI telah membukukan marketing sales sebesar Rp968 miliar atau setara 23% dari target tahunan. Segmen residensial menjadi kontributor terbesar dengan porsi 47%, diikuti kavling tanah komersial 43%, dan produk komersial seperti ruko serta pergudangan sebesar 10%.

Direktur PANI Yohanes Edmond Budiman menguraikan, realisasi penjualan properti memang cenderung tidak merata di setiap kuartal karena sangat bergantung pada jadwal peluncuran produk. Karena itu, menurutnya, perseroan tidak bertumpu pada satu segmen tertentu dalam mengejar target.

"Masing-masing segmen memiliki karakteristik dan basis pelanggan yang spesifik atau khusus, sehingga strategi kami adalah menjaga keseimbangan penjualan di seluruh segmen tersebut sambil terus menyesuaikan dengan kondisi pasar dan permintaan yang berkembang," katanya.

Dari sisi infrastruktur, perseroan optimistis kelengkapan konektivitas kawasan PIK 2 akan menjadi katalis pertumbuhan penjualan ke depan. Keberadaan Tol Katara yang memangkas waktu tempuh dari Bandara Soekarno-Hatta ke PIK 2 menjadi hanya 7 menit disebut sebagai salah satu crowd puller utama. Operasional fasilitas MICE seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) turut dinilai mendongkrak nilai investasi kawasan.

Dari sisi keuangan, PANI berada dalam kondisi yang sehat dengan status net cash dan total aset mencapai Rp50 triliun. Pada kuartal I-2026, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat melonjak 1.027% secara year-on-year menjadi Rp578 miliar.

Capaian tersebut menjadi modal kepercayaan diri perseroan di tengah tekanan eksternal. Kinerja marketing sales kuartal pertama yang menyentuh Rp968 miliar juga tumbuh 112% dibanding periode yang sama tahun lalu, memperkuat keyakinan manajemen target tahunan masih dalam jangkauan.