Periskop.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Jakarta Triathlon berkembang menjadi ajang bertaraf World Series yang mampu menarik atlet mancanegara. Edisi 2026 akan menjadi pijakan awal dengan memanfaatkan kawasan pesisir Ancol dan Sirkuit Formula E sebagai lintasan kompetisi sekaligus etalase sport tourism Ibu Kota.

Jakarta Triathlon 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Ajang yang memadukan renang, bersepeda, dan lari itu menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan lima abad Jakarta pada 2027. Penyelenggara menargetkan sekitar 750 peserta dari kalangan atlet, komunitas, hingga pencinta olahraga multisport.

Ketua Subkelompok Olahraga Prestasi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Julio Yusuf mengatakan peningkatan kualitas ajang olahraga diperlukan untuk memperkuat kesiapan Jakarta sebagai kota global.

"Hal itu bisa mendukung untuk Jakarta sport tourism dan bisa membawa nama Indonesia ke tingkat internasional sebagai sport tourism internasional juga," jelas Julio dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/7).

"Ke depannya saya yakin Jakarta Triathlon bisa menjadi sebuah event world series yang pesertanya tidak hanya dari nasional, bahkan internasional juga," tambah dia.

Status World Series Masih Menjadi Target

Keinginan membawa Jakarta Triathlon ke level World Series masih merupakan sasaran jangka panjang. Ajang pada September mendatang belum tercantum sebagai bagian dari kalender resmi World Triathlon Championship Series atau WTCS 2026.

World Triathlon menyebut WTCS sebagai seri utama bagi atlet elite dunia untuk mengumpulkan poin menuju gelar juara dunia. Musim 2026 berlangsung di sembilan lokasi, antara lain Samarkand, Yokohama, Hamburg, London, Weihai, Karlovy Vary, dan Grand Final di Pontevedra.

Karena itu, Jakarta harus melewati proses pengajuan, evaluasi teknis, serta pemenuhan standar penyelenggaraan World Triathlon sebelum dapat masuk dalam seri tersebut. Persyaratannya mencakup kesiapan lintasan, keselamatan atlet, kualitas penyelenggaraan, layanan medis, operasional pertandingan, dan kemampuan kota menjadi tuan rumah kompetisi internasional.

Jakarta Triathlon 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta dengan Federasi Triathlon Indonesia. Kerja sama itu diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas teknis kompetisi sekaligus menjadikannya agenda tahunan.

Ketua Umum Federasi Triathlon Indonesia DKI Jakarta Michelle Elizabeth Surjaputra mengatakan keterlibatan federasi akan difokuskan pada kesiapan teknis, peserta, dan komunitas.

"Kami dari FTI DKI mendukung dari sisi teknisnya. Soalnya kami pernah mengadakan beberapa event. Jadi kami FTI DKI siap untuk memberikan dukungan atlet, klub, komunitas dan enthusiast kami pastinya undang untuk event agar Jakarta Triathlon makin sukses," jelas Michelle.

Lintasan Lewati Pantai hingga Sirkuit Formula E

Penyelenggara menyiapkan lintasan yang memanfaatkan sejumlah titik utama di kawasan Ancol. Nomor renang akan berlangsung di Pantai Karnaval, kemudian peserta bersepeda menyusuri kawasan pantai hingga sekitar Putri Duyung Ancol. Nomor lari dan garis finis direncanakan berada di area Sirkuit Formula E Jakarta.

Nomor triathlon akan menempuh renang sejauh 750 meter, bersepeda 20 kilometer, dan berlari lima kilometer. Kompetisi juga menghadirkan nomor aquathlon yang menggabungkan renang dan lari untuk kategori anak-anak, remaja, dewasa, master, dan beregu.

Kategori usia muda menjadi bagian penting karena Jakarta Triathlon juga diarahkan sebagai ruang pencarian atlet baru. Peserta potensial dapat dipantau untuk mengikuti pembinaan menuju kompetisi nasional maupun internasional.

"Kegiatan-kegiatan bisa menghasilkan atlet-atlet generasi baru untuk Jakarta khususnya, dan untuk Indonesia, dan juga untuk internasional juga," ungkap Julio.

Michelle menyebut pertumbuhan olahraga triathlon di Jakarta cukup pesat. Sejumlah atlet dan pelatih renang mulai beralih atau memperluas kemampuannya ke olahraga yang menggabungkan tiga disiplin tersebut.

"Sekarang ini kalau kami lihat nomor atlet yang di FTI DKI itu semakin meningkat, kebanyakan itu dari atlet renang dan klub-klub renang, mungkin ada ratusan ya di Jakarta," ucap Michelle.

"Itu sekarang mulai masuk ke triathlon, mereka mulai ada klub triathlon dan kami juga setiap tahunnya pasti ada coaching clinic untuk membina juga," sambungnya.

Perkembangan itu mulai terlihat dari prestasi kontingen DKI Jakarta pada Kejuaraan Nasional Triathlon Indonesia 2026 di Sungailiat. Jakarta meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu serta menembus tiga besar nasional.

Diharapkan Gerakkan Hotel dan UMKM

Selain pembinaan atlet, Jakarta Triathlon diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi kawasan Ancol. Peserta diperkirakan datang bersama keluarga, rekan, dan komunitas sehingga dapat mendorong okupansi hotel serta kunjungan ke restoran dan destinasi wisata.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta Lucky Wulandari mengatakan efek ekonomi tidak hanya berasal dari peserta lomba.

"Ini kami harapkan pasti akan sangat berdampak multiplier effect untuk tingkat okupansi akomodasi khususnya hotel hotel di sekitaran Ancol, Jakarta Utara khususnya," ujar Lucky.

Pelaku UMKM binaan Jakpreneur dan UMKM di bawah pengelolaan Ancol juga akan dilibatkan dalam bazar. Produk yang dihadirkan meliputi makanan, minuman, kerajinan tangan, dan berbagai produk ekonomi kreatif.

Ancol sebelumnya menjadi lokasi Tri-Sport Series 2026 yang diikuti sekitar 750 peserta pada Februari. Ajang tersebut mempertandingkan aquathlon, duathlon, dan triathlon untuk berbagai kelompok usia. Pengalaman itu menjadi salah satu modal teknis bagi Jakarta untuk mengembangkan kompetisi multisport dengan skala lebih besar.

Dengan lintasan ikonik, pertumbuhan komunitas, pembinaan atlet, serta dukungan pemerintah dan federasi, Jakarta Triathlon 2026 diposisikan sebagai langkah awal menuju kompetisi internasional. Namun, peningkatan menuju World Series tetap membutuhkan konsistensi penyelenggaraan dan pemenuhan standar resmi World Triathlon.