Periskop.id - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pendapatan Rp1,11 triliun sepanjang Semester I 2026 atau meningkat 8,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu diikuti pertumbuhan laba bersih sebesar 11,4% menjadi Rp77,6 miliar.

President Director Prodia, Liana Kuswandi mengatakan, Semester I 2026 menjadi fase penting bagi Prodia untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Menurutnya, peningkatan kinerja tersebut didorong strategi bisnis yang terus dikembangkan Perseroan.

"Semester I tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Prodia untuk memperkuat fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang," kata Liana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/7).

Liana menjelaskan pertumbuhan pendapatan ditopang kenaikan jumlah kunjungan pelanggan sebesar 9,7% secara tahunan. Menurutnya, penjualan tes esoterik masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar selama enam bulan pertama tahun ini.

Selain itu, ia menyebut seluruh segmen pelanggan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan. Segmen tersebut meliputi pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga, hingga klien korporasi.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, EBITDA Prodia tercatat mencapai Rp216,3 miliar atau tumbuh 7,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Liana, capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi operasional serta efisiensi bisnis yang terus dijalankan.

Pengelolaan biaya yang dilakukan secara disiplin juga disebut mendorong kenaikan laba bersih menjadi Rp77,6 miliar. Laba tersebut meningkat 11,4% dibanding Semester I 2025.

Di sisi neraca, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp2,64 triliun atau terkoreksi tipis 2,0% secara tahunan. Aset lancar relatif stabil di level Rp994,8 miliar, sedangkan aset tidak lancar mencapai Rp1,64 triliun.

Sementara itu, total liabilitas Prodia tercatat Rp301,0 miliar. Adapun total ekuitas Perseroan mencapai Rp2,34 triliun.

Pada arus kas, Perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp199,9 miliar. Sementara arus kas bersih untuk aktivitas investasi mencapai Rp86,2 miliar yang dialokasikan bagi pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna meningkatkan kapabilitas layanan diagnostik serta mendukung inovasi layanan.

Setelah membukukan kinerja tersebut, Prodia menegaskan akan melanjutkan strategi pertumbuhan pada Semester II 2026. Fokus itu diarahkan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.

"Memasuki Semester II tahun 2026, kami akan terus memperkuat Value-Driven Growth Strategy, yaitu memastikan setiap pertumbuhan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Perseroan dalam jangka panjang," tutup Liana.