Periskop.id - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7). Di hari perdana perdagangannya, saham emiten sektor kesehatan ini langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

PRDL menjadi perusahaan keenam yang melantai di BEI. Sahamnya melesat 35% atau naik 52 poin, dari harga IPO Rp120 ke level Rp621 per saham.

Perusahaan ini merupakan entitas usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). Dalam IPO-nya, PRDL melepas 522,90 juta saham baru, setara 30% dari modal ditempatkan setelah pencatatan.

Minat investor terhadap IPO PRDL terbilang luar biasa tinggi. Selama masa penawaran umum, sistem e-IPO mencatat 1.273.678 antrean pemesanan saham masuk.

Derasnya permintaan itu membuat IPO PRDL kelebihan pemesanan hingga 709,93 kali.

Harga penawaran ditetapkan di Rp120 per saham, yakni batas atas kisaran harga yang ditetapkan saat bookbuilding.

Lewat aksi korporasi ini, PRDL berhasil menghimpun dana segar sekitar Rp62,75 miliar.

Sekitar 62% dari dana tersebut akan digunakan untuk melunasi sebagian fasilitas pinjaman bank perseroan. Porsi sisanya dialokasikan bagi belanja modal dan kebutuhan modal kerja guna mendukung pengembangan operasional.

Pos belanja modal mencakup pembelian mesin produksi, peralatan kalibrasi, dan kendaraan operasional. Perseroan juga menganggarkan pengadaan sistem perangkat lunak serta penataan ulang area produksi.

Penambahan fasilitas Air Handling Unit (AHU) untuk Laboratorium Biomolekuler turut masuk dalam daftar belanja modal yang direncanakan PRDL pascamelantai di BEI.