Periskop.id - Public Investment Fund (PIF) milik Arab Saudi bersama dua firma ekuitas swasta resmi merampungkan akuisisi Electronic Arts (EA), produsen game di balik EA FC, The Sims, Madden NFL, dan Battlefield. Transaksi ini bernilai US$55 miliar atau setara Rp983,6 triliun dengan kurs Rp17.892 per dolar AS.

Kesepakatan ini diumumkan Selasa malam, hanya berselang beberapa hari setelah Uni Eropa memberi persetujuan regulasi terakhir. Jared Kushner, menantu Donald Trump yang memimpin firma ekuitas Affinity Partners, menilai kesepakatan ini membuka peluang besar bagi ekspansi EA ke depan.

"EA telah menciptakan berbagai cerita, karakter, dan komunitas yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ratusan juta orang," ujar Kushner, dikutip dari The Guardian, Rabu (5/8). "Kami sangat bersemangat untuk mendukung perusahaan ini agar dapat menjangkau lebih banyak audiens, menginspirasi generasi kreator berikutnya, dan memperluas cara masyarakat di seluruh dunia saling terhubung melalui permainan," lanjutnya.

Selain PIF dan Affinity Partners, firma ekuitas swasta Silver Lake Partners turut menjadi bagian dari konsorsium pembeli. Transaksi ini disebut sebagai salah satu aksi akuisisi terbesar dalam sejarah, sekaligus mengakhiri perjalanan EA selama 36 tahun sebagai perusahaan publik yang melantai di bursa saham.

Status privat membuat EA tidak lagi wajib melaporkan kinerja keuangan setiap kuartal. Sejumlah analis menilai kondisi ini bisa membebaskan perusahaan dari pengawasan publik, sekaligus mengurangi tekanan mengejar target finansial jangka pendek.

Langkah privatisasi perusahaan publik kerap diikuti pemutusan hubungan kerja (PHK) dan efisiensi biaya. Namun hingga kini belum ada indikasi hal serupa bakal terjadi di tubuh EA.

EA sebelumnya sempat memangkas sekitar 5% tenaga kerjanya pada 2024. Jumlah pegawai perusahaan tercatat 14.500 orang pada Maret 2025, sebelum kembali dipangkas beberapa ratus karyawan pada Mei tahun yang sama.

Basis penggemar game-game besutan EA masih terbilang setia. Kendati begitu, pertumbuhan pendapatan tahunan perusahaan cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir, berkisar di angka US$7,4 miliar hingga US$7,6 miliar.

Persaingan dari produsen game seluler seperti Epic Games juga semakin ketat beberapa tahun belakangan. Kondisi ini menambah tekanan bagi EA di tengah pasar industri gim yang terus bergerak dinamis.

Konsolidasi besar semacam ini bukan kali pertama terjadi di industri gim. Activision Blizzard, salah satu pesaing terbesar EA, sebelumnya telah diakuisisi Microsoft senilai hampir US$69 miliar pada 2023.