Periskop.id - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) atau Proline mencatat penurunan pendapatan tajam pada semester I-2026. Perusahaan diagnostik ini membukukan pendapatan Rp13,7 miliar, anjlok 51,9% dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp28,5 miliar.

Manajemen PRDL menyebutkan, penurunan tersebut dipicu pergeseran waktu pembelian pelanggan seiring penambahan metode Point-of-Care Testing (POCT) Lipid Panel sebagai alternatif pemeriksaan profil lipid. Perubahan metode ini disebut memengaruhi pola dan komposisi pembelian selama masa transisi.

"Penyesuaian ini lebih mencerminkan transisi produk dan pergeseran waktu pembelian, bukan penurunan kebutuhan diagnostik maupun hilangnya pelanggan," tulis manajemen PRDL dalam keterangan resminya, Rabu (5/8).

Meski pendapatan turun, basis pelanggan Perseroan disebut tetap terjaga. Sekitar 69% pendapatan pada semester I-2026 berasal dari pelanggan swasta, sementara segmen instrumen justru tumbuh signifikan 172% YoY menjadi Rp5,8 miliar.

Sejalan dengan turunnya volume penjualan, laba kotor PRDL tercatat Rp4,5 miliar dengan margin laba kotor (GPM) sebesar 33,0%. Margin tersebut dinilai mencerminkan fase awal ramp-up fasilitas produksi baru, termasuk mulai dibukukannya depresiasi gedung sejak semester II-2025.

Pada level operasional, PRDL membukukan rugi sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (LBITDA) sebesar Rp4,3 miliar. Capaian ini berbalik arah dari EBITDA positif Rp9,3 miliar pada semester I-2025.

Perseroan juga mencatatkan rugi usaha Rp7,6 miliar dan rugi bersih Rp8,8 miliar sepanjang paruh pertama tahun ini.

"Dengan struktur biaya dan kapasitas produksi yang telah tersedia, peningkatan volume penjualan diharapkan dapat memperkuat operating leverage serta mendukung normalisasi profitabilitas secara bertahap," tulis manajemen.

Ke depan, PRDL tetap optimistis dengan prospek pertumbuhan. Perusahaan menargetkan kenaikan pendapatan dua digit sepanjang 2026, didorong komersialisasi produk baru dan peningkatan utilisasi kapasitas produksi.

Diversifikasi sumber pendapatan turut digenjot lewat pengembangan solusi POCT dan perluasan layanan kalibrasi. Saat ini terdapat 27 produk dalam pipeline pengembangan, dengan 15 di antaranya ditargetkan meluncur pada tahun ini.

Dari sisi operasional, optimalisasi fasilitas produksi baru menjadi fokus utama untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat operating leverage. Peningkatan utilisasi ini diharapkan mendorong perbaikan margin dan profitabilitas secara bertahap.

"Penguatan solusi POCT dan pengembangan produk baru menjadi bagian dari strategi untuk memperluas cakupan layanan diagnostik serta membuka sumber pertumbuhan baru," jelas manajemen.