periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat konsumsi rumah tangga dan investasi tetap terjaga baik pada kuartal III tahun 2025. Kondisi ini didukung oleh sinergi antara pemerintah, otoritas moneter, dan sektor keuangan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menguat. Ia memproyeksikan laju ekonomi nasional akan mencapai target pemerintah pada 2025.

“Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap terjaga baik dengan dukungan pemerintah bersama otoritas moneter dan sektor keuangan pada kuartal III tahun 2025,” kata Purbaya dalam konferensi pers Rapat Hasil Komite KSSK IV 2025, di Jakarta, dikutip Selasa (4/11).

Purbaya menjelaskan, penjualan ritel pada September 2025 tumbuh 5,8% secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan Juni 2025 yang tercatat sebesar 1,3%. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya keyakinan konsumen terhadap kinerja pemerintah dan perbaikan kondisi ekonomi.

Tak hanya itu, aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansif pada akhir kuartal III 2025, dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur mencapai 50,4, setelah sebelumnya berada pada level kontraksi 46,9 pada Juni 2025. Tren positif ini berlanjut hingga Oktober 2025 dengan PMI naik ke 51,2, terutama didorong oleh peningkatan pesanan baru selama tiga bulan berturut-turut.

“Aktivitas manufaktur kembali berada di area ekspansif pada akhir triwulan III 2025 dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur mencapai 50,4,” terangnya.

Lebih lanjut, kinerja tersebut sejalan dengan surplus neraca perdagangan kuartal III 2025 yang mencapai USD14,00 miliar, tumbuh 63,4% secara kuartalan (qtq) dan 112,1% secara tahunan (yoy), mencerminkan kuatnya daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Sejalan dengan surplus neraca perdagangan triwulan III 2025 yang mencapai USD14,00 miliar (63,4% qtq dan 112,1% yoy) karena kuatnya daya saing produk Indonesia,” tutupnya.