iklan periskop
Ekonomi

Purbaya Heran Bandara IMIP Tak Punya Bea Cukai dan Imigras

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menugaskan petugas Bea Cukai di Bandara IMIP, Sulawesi Tengah, setelah muncul sorotan terkait lemahnya pengawasan.

8 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Purbaya Heran Bandara IMIP Tak Punya Bea Cukai dan Imigras
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah rapat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah di Kemenko Perekonomian, Rabu (26/11/2025). Foto oleh Periskop/Ayu Rachma
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap mengirim petugas Bea Cukai di Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Ia menegaskan, langkah tersebut akan dilakukan segera setelah pihaknya menerima perintah resmi.

"Nanti kalau kita diperintahkan, kita taruh petugas dari kami, petugas Bea Cukai, saya sudah siap. Kalau imigrasi harus koordinasi dengan menterinya," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Kamis (27/11).

Purbaya mengaku tidak mengetahui alasan pengawasan Bea Cukai dan Imigrasi tidak berjalan di bandara tersebut. Ia menduga sebelumnya bandara itu memiliki perlakuan khusus sehingga akses masuk dapat dilakukan tanpa prosedur lengkap.

"Saya nggak tahu, saya kan baru masuk. Saya pikir dulu sih ada treatment khusus, di mana mereka bisa langsung masuk," jelasnya.

Bendahara negara itu menilai kondisi tersebut kemungkinan merupakan kekeliruan kebijakan yang perlu segera diperbaiki.

"Saya nggak ngerti kenapa nggak ada imigrasi ya sama Bea Cukai. Itu mungkin ada kesalahan kebijakan di situ yang mesti diperbaiki," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menegaskan pemerintah telah menempatkan sejumlah personel gabungan untuk menjaga Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, sekaligus menepis isu kekosongan pengawasan Bea Cukai dan Imigrasi di lokasi tersebut.

"Jadi kita sudah turun ke sana," tegas Suntana dalam Konferensi Pers Rapat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah di Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu (26/11).

Klarifikasi ini disampaikan Suntana merespons polemik yang mencuat belakangan ini. Isu miring beredar mengenai minimnya kehadiran negara di bandara khusus tersebut.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sempat menyampaikan kekhawatiran serius. Ia menyoroti potensi munculnya fenomena “negara dalam negara” akibat operasional bandara khusus milik PT IMIP yang dianggap minim pengawasan.

 


 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai ekonomi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dan Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.