periskop.id - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak sepenuhnya baik. Ia menilai, meski terlihat normal di permukaan, perlambatan ekonomi sejak pertengahan 2023 menimbulkan risiko yang serius.
"Ekonomi kita sedang direm. Pertumbuhan uang hampir nol, sehingga ekonomi melemah. Kalau tidak dibetulkan, kita bisa masuk krisis dan hancur,” ujarnya pada acara Kadin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/12).
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa kejadian krisis ekonomi pada tahun 1998, yang ia saksikan saat menempuh pendidikan di Amerika Serikat, menjadi pelajaran penting. Saat itu, kombinasi suku bunga tinggi dan injeksi likuiditas yang salah justru memperburuk kondisi ekonomi.
Mengutip prinsip ekonom Milton Friedman dan praktik Ben Bernanke saat krisis Amerika Serikat, ia menekankan bahwa untuk menilai kesehatan ekonomi, pertumbuhan uang lebih penting daripada sekadar suku bunga.
Menurutnya, salah satu langkah konkret yang telah ditempuh pemerintah adalah menyalurkan likuiditas dari bank sentral ke bank komersial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Dampaknya terlihat jelas, pertumbuhan mulai bergerak naik, namun jika intervensi dihentikan terlalu cepat, ekonomi kembali melambat," lanjutnya.
Selanjutnya, Purbaya juga menyoroti performa ekonomi pada era Presiden SBY dan Presiden Jokowi. Pada masa SBY, dikatakannya, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6% karena sektor swasta dibiarkan bergerak bebas.
Sementara di era Jokowi, pembangunan infrastruktur digalakkan besar-besaran, tetapi peran sektor swasta relatif stagnan, sehingga pertumbuhan hanya sekitar 5%. Ia menekankan, kunci pertumbuhan ke depan adalah menghidupkan kedua sektor, pemerintah dan swasta, secara bersamaan.
"Kalau kita jalankan keduanya dengan benar, target pertumbuhan 6,5-8% bisa tercapai. Yang penting, stabilitas ekonomi dijaga, likuiditas mengalir, dan masyarakat tetap memiliki peluang berusaha lebih maksimal,” tegas Purbaya.
Ia menambahkan, meski ilmu ekonomi terlihat kompleks, dasar pengelolaan yang benar sederhana, menjaga keseimbangan antara pemerintah dan sektor swasta, serta memastikan uang bergerak di sistem dengan tepat.
Tinggalkan Komentar
Komentar