periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11% secara tahunan (year-on-year), sedikit di bawah target APBN sebesar 5,2%.
Airlangga menegaskan, pemerintah telah berupaya maksimal untuk menjaga kinerja ekonomi nasional di tengah tantangan global. Bahkan, menurutnya, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain.
Ia menjelaskan, secara kuartalan (quarter-to-quarter/QoQ), pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV mencapai 5,39%, hampir menyentuh target APBN sebesar 5,4% dan menjadi capaian tertinggi dibandingkan kuartal IV pada tahun sebelumnya.
"Jadi pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat angkanya baik, yaitu di 5,39% dan secara year-on-year 5,11%. Ini dibandingkan beberapa negara relatif situasinya baik dan kalau kita lihat kuartal per kuartal itu terus baik dan ini adalah tertinggi dari IV kuartal yang lalu," kata Airlangga kepada media, Jakarta, Kamis (5/2).
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah sektor utama yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,4% dengan kontribusi yang signifikan, disusul sektor perdagangan dan pertanian yang juga mencatat pertumbuhan relatif tinggi.
"Nah ini juga tumbuhnya relatif tinggi dan ini merepresentasi lebih dari 40% ekonomi kita dan ditambah lagi dengan dari sektor konsumsi juga positif," tambahnya.
Airlangga menilai, berbagai program stimulus dan kebijakan yang digelontorkan pemerintah telah membuahkan hasil pada kuartal IV. Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah pada kuartal I 2026, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
Beberapa kebijakan yang disiapkan antara lain dukungan sektor transportasi, penyaluran bantuan sosial, serta pengaturan fleksibilitas kerja seperti work from anywhere guna mendorong mobilitas dan konsumsi masyarakat.
"Jadi nanti kita akan lihat seperti itu, karena di bulan Desember mobilitas itu mendorong konsumsi dan ini suatu hal yang bisa kita tarik pelajaran dari sana," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar