periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap mencapai sekitar 5% lebih pada kuartal IV, meskipun sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara dan Aceh dilanda bencana banjir dan longsor.
Purbaya mengakui bencana tersebut berpotensi memengaruhi capaian pertumbuhan ekonomi. Namun, ia menilai dampaknya tidak akan signifikan.
“Kemungkinan selalu ada (pertumbuhan ekonomi), cuma berapa persen," kata Purbaya kepada wartawan saat di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/12).
Purbaya menegaskan, pemerintah akan terus menjaga stabilitas sektor keuangan. Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi masih dapat berada di atas 5,5%.
Bendahara negara itu akan memantau kondisi keuangan di sistem finansial. Bila dinilai masih kurang, ia siap menggelontorkan tambahan dana ke perbankan.
"Saya pikir masih akan di atas 5,5%. Saya akan memantau kondisi keuangan di sistem finansial. Kalau masih dianggap kurang, saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan," tutur dia.
Perlu diketahui, BNPB memperbarui data korban terdampak bencana banjir dan longsor di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Data terbaru yang dihimpun BNPB menyebutkan sebanyak 776 orang meninggal dunia akibat bencana ini.
Berdasarkan data resmi dari laman BNPB, per Kamis (4/12) sekitar pukul 07.10 WIB, BNPB mencatat sebanyak 776 korban meninggal dunia, 564 orang hilang, dan 2.600 orang luka-luka.
Dari data korban tersebut, secara rinci BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia berdasarkan provinsi, yaitu sebanyak 299 di Sumut, 277 di Aceh, dan 200 di Sumbar.
Tinggalkan Komentar
Komentar