iklan periskop
Ekonomi

Batuk saat Paparkan Bea Emas di Komisi XI, Purbaya: Mungkin Produsen Emas Mengutuk Saya

Kebijakan bea keluar emas jadi sorotan rapat Komisi XI DPR RI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan tarif produk hulu lebih tinggi dari produk hilir.

8 bulan yang lalu · 1 mnt baca
Batuk saat Paparkan Bea Emas di Komisi XI, Purbaya: Mungkin Produsen Emas Mengutuk Saya
Tangkapan layar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja (Rapat Kerja) bersama Komisi XI DPR RI, Senin (8/12). Foto: Periskop.id/Pipit Ramadhani
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Kebijakan bea keluar emas kembali menjadi sorotan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah menerapkan struktur tarif bea keluar dengan prinsip tarif produk hulu lebih tinggi dibanding produk hilir.

"Kebijakan bea keluar emas diterapkan dengan prinsip bahwa tarif prduk hulu lebih tinggi dari produk hilir," kata Purbaya sambil batuk, dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI, Jakarta, Senin (8/12).

Memang, Purbaya terpantau beberapa kali batuk di tengah penjelasannya, Hal itu membuat Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, meminta agar ia berbicara lebih pelan.

"Pelan-pelan, Pak," timpal Misbakhun.

Menanggapinya, Purbaya sempat melontarkan candaan bahwa para produsen emas mungkin ‘mengutuk’ dirinya karena kebijakan bea keluar yang sedang dibahas.

“Mungkin produsen emas mengutuk saya dari jauh nih, mau narikin bea,” ujar Purbaya terkekeh.

Purbaya kemudian melanjutkan paparannya mengenai pengawasan ekspor emas. Ia menegaskan bahwa pengawasan diperkuat melalui aturan yang melarang ekspor produk emas dengan kadar di bawah 99%, guna memastikan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Saat kembali batuk, Purbaya kembali berkelakar bahwa doa para produsen emas tampaknya kuat. Misbakhun pun menenangkan dengan mengatakan, “calmdown, Pak,” tutup Misbakhun.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Purbaya, menkeu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan komisi XI DPR RI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.