periskop.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas program makan bergizi gratis (MBG) bagi kelompok rentan. Pada 2026, program ini ditargetkan menyasar 36.000 penyandang disabilitas dengan layanan makan dua kali sehari, pagi dan siang.
“Insya Allah nanti menyasar untuk tahun depan ini awal-awal ini kira-kira 36 ribu penyandang disabilitas. Kita beri makan dua kali, pagi dan siang,” ujarnya dilansir dari Antara, Senin (8/12).
Program MBG tidak hanya sekadar distribusi makanan, tetapi juga dirancang sebagai pelayanan publik inklusif. Saifullah menekankan bahwa makanan akan diantar langsung ke rumah penerima manfaat oleh kelompok masyarakat yang dilibatkan sebagai pelaksana.
“Yang mana ini diantar. Jadi, ini akan diantar ke rumah masing-masing dan yang melayani adalah kelompok masyarakat. Jadi, ini Insya Allah menempatkan kader-kader desa yang akan menyerahkan,” katanya.
Para kader desa tersebut tidak hanya berperan sebagai pengantar makanan, tetapi juga sebagai caregiver. Mereka diharapkan memberikan dukungan emosional, perhatian, dan kepedulian kepada penyandang disabilitas maupun lansia.
“Mengirimkan sekaligus dia caregiver. Juga sekaligus dia yang akan memberikan perhatian, perawatan, kepedulian terhadap para penyandang disabilitas maupun juga lansia,” ucapnya.
Selain penyandang disabilitas, program MBG juga diperluas untuk lansia dengan target 100.000 penerima manfaat.
“Untuk lansianya 100 ribu, dan untuk penyandang disabilitasnya 36 ribu,” tuturnya.
Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional menjadi landasan penting program ini. Data tersebut memetakan kebutuhan khusus penyandang disabilitas secara rinci, termasuk pemenuhan gizi.
“Sebab menurut Pak Presiden, kalau data kita itu valid, data kita sesuai dengan keinginan kita, maka program yang dirancang itu akan tepat sasaran dan berdampak,” ujar Saifullah.
Riset Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 40% penyandang disabilitas di Indonesia mengalami masalah gizi, terutama kekurangan protein dan mikronutrien.
Kondisi ini berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas mereka. Program MBG diharapkan mampu menekan angka malnutrisi sekaligus meningkatkan partisipasi sosial.
Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai lebih dari 22 juta orang.
Tinggalkan Komentar
Komentar