iklan periskop
Ekonomi

RI Bebas Impor Beras pada 2025, Zulhas Sebut Pendapatan Petani Meningkat

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan Indonesia tidak melakukan impor beras pada 2025.

8 bulan yang lalu · 1 mnt baca
RI Bebas Impor Beras pada 2025, Zulhas Sebut Pendapatan Petani Meningkat
Tangkapan layar dari YouTube Bisnis Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam Acara BIG Conference, Senin (8/12).
Ukuran teks
Sedang

periksop.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan Indonesia tidak melakukan impor beras pada 2025. Pada tahun sebelumnya, Indonesia masih mengimpor hingga 4,5 juta ton beras.

“Tahun lalu kita impor beras 4,5 juta ton, tahun ini impornya nol (0),” kata Zulhas dalam BIG Conference Bisnis Indonesia di Jakarta, Senin (8/12).

Zulhas menjelaskan, produksi beras nasional tahun ini meningkat signifikan. Pada 2024, produksi tercatat 30 juta ton, sementara pada 2025 mencapai 34,77 juta ton. Dengan kenaikan tersebut, Indonesia diperkirakan mengalami surplus beras sekitar 4,7 juta ton.

"Jadi, kalau tahun lalu kita impor 4,5 juta, tahun ini kita kelebihan stok 4,7 juta," jelas Zulhas.

Menurutnya, peningkatan produksi turut mendongkrak kesejahteraan petani. Selain produktivitas yang naik, pemerintah juga menaikkan harga pembelian gabah menjadi Rp5.500–Rp6.500 per kilogram.

“Kalau produksinya naik, berarti pendapatan petani naik. Selain produksi naik, pendapatan petani juga naik,” ujar Zulhas.

Ia menambahkan, Nilai Tukar Petani (NTP) juga membaik dari 116 pada tahun lalu menjadi 124 tahun ini. Selain beras, ia menyebut Indonesia tidak lagi mengimpor jagung pada tahun ini.

Lebih lanjut, peningkatan produksi tercermin dari data Januari–Desember 2025, yakni produksi padi sebesar 34,77 juta ton atau naik 13,54%, dan produksi jagung mencapai 16,55 juta ton atau meningkat 9,34%.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Zulkifli Hasan, Impor Beras, Surplus Beras, Produksi Padi, Pendapatan Petani, Nilai Tukar Petani, dan Pertanian Indonesia dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.