periskop.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pemerintah tengah mengebut pembangunan 26 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara masif di berbagai daerah guna memperkuat jaringan distribusi logistik dan ekonomi masyarakat akar rumput.
“Per hari ini, yang sudah dibangun dan dalam proses itu sekitar 26 ribu Kopdes. Pelaksanaannya ditugaskan kepada Agrinas Pangan dan bekerja sama dengan TNI di daerah supaya cepat,” ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (12/1).
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan, strategi pembangunan massal atau serentak mutlak diperlukan demi mengejar target. Jika proyek dikerjakan secara parsial atau satu per satu, durasi pengerjaan dikhawatirkan molor melewati masa jabatan pemerintah.
“Kalau membangun satu-satu Rp50 ribu sampai Rp60 ribu, tidak akan selesai. Sampai selesai, pemerintahnya bisa keburu selesai,” kata Zulhas memberikan analogi.
Koperasi Desa Merah Putih ini didesain sebagai sentra vital aktivitas ekonomi warga. Fungsi utamanya mencakup gudang penyimpanan, agen resmi penyalur pupuk dan gas, hingga pusat distribusi kebutuhan pokok desa.
Dalam pelaksanaannya, Zulhas tak menampik adanya tantangan di lapangan, khususnya terkait penyediaan lahan. Harga tanah di Pulau Jawa yang relatif tinggi menjadi kendala tersendiri bagi pembangunan model konvensional.
Politisi senior ini mewanti-wanti agar pembangunan fisik koperasi tidak mengorbankan lahan produktif. Ia melarang keras penggunaan sawah sebagai lokasi bangunan koperasi.
“Yang ideal itu sebenarnya lahan sekitar 1.000 meter persegi. Ada yang harganya masih Rp30 juta sampai Rp40 juta, tapi itu makin jarang. Yang jelas sawah tidak boleh dipakai,” tegasnya.
Masalah lahan semakin pelik ketika menyasar wilayah perkotaan. Harga tanah di area urban bisa melambung hingga miliaran rupiah, membuat pembelian lahan menjadi opsi yang tidak ekonomis bagi anggaran negara.
Menyiasati kondisi tersebut, pemerintah memutar otak dengan menyiapkan alternatif desain. Koperasi di wilayah padat penduduk atau perkotaan rencananya akan dibangun dengan konsep vertikal atau bertingkat.
“Di kota-kota, harga tanah ada yang Rp300 juta sampai Rp500 juta. Kalau di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur ada yang sampai Rp1 miliar atau Rp10 miliar, jelas tidak mampu dibeli. Maka opsinya bisa dibangun ke atas,” terang Zulhas.
Hingga kini, pemerintah terus melakukan verifikasi dan pendataan lokasi. Dari total data masuk sekitar 40 ribu titik potensial, 26 ribu di antaranya dinyatakan sudah memasuki tahap konstruksi.
Tinggalkan Komentar
Komentar