periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen padi pada November 2025 mencapai 0,57 juta hektare. Realisasi meningkat 3,56% dibandingkan November 2024 yang tercatat sebesar 0,55 juta hektare.

‎Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, potensi luas panen padi pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 2,00 juta hektare. Meningkat sekitar 0,47 juta hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

‎"Dengan demikian potensi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 11,33 juta hektare atau mengalami peningkatan seluas 1,29 juta hektare atau 12,80 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024," kata Pudji dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (5/1).

‎Pudji menegaskan angka potensi tersebut masih dapat berubah, bergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang Desember 2025 hingga Februari 2026. ‎Ia menyebut perubahan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti serangan hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT), banjir, kekeringan, waktu pelaksanaan panen oleh petani, serta dampak bencana di sejumlah wilayah.

Sejalan dengan produksi padi, produksi setara beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada November 2025 diperkirakan sebesar 1,85 juta ton, meningkat 2,83% dibandingkan November 2024 yang sebesar 1,80 juta ton. Adapun potensi produksi beras pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 6,23 juta ton atau meningkat 1,53 juta ton atau 32,51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

‎"Dengan demikian potensi produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 60,25 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 7,10 juta ton GKG atau 13,37 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024," terang Pudji.

‎Sejalan dengan gambaran produksi padi, produksi setara beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada November 2025 diperkirakan sebesar 1,85 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 2,83 persen dibandingkan dengan November 2024 yang sebesar 1,80 juta ton.

‎Sementara itu potensi produksi beras Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan sebesar 6,23 juta ton atau mengalami peningkatan sebanyak 1,53 juta ton atau 32,51% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

‎"Dengan demikian potensi produksi beras sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 34,71 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 4,09 juta ton atau 13,36% dibandingkan periode yang sama tahun 2024," lanjutnya.

‎Pihaknya juga mencatat sebaran potensi panen padi pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. 

‎Selain itu, potensi panen juga terdapat di Pulau Sumatera, yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Lampung. Selanjutnya, potensi panen juga tersebar di Pulau Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, serta di Pulau Kalimantan, terutama Kalimantan Barat.

Pada level kabupaten/kota, wilayah dengan potensi panen relatif besar antara lain Karawang, Sukabumi, Tasikmalaya, Cianjur, Garut, dan Indramayu di Jawa Barat, Demak, Grobogan, dan Sragen di Jawa Tengah, Madiun, Ngawi, dan Bojonegoro di Jawa Timur, serta Lebak di Banten.

Selain itu, potensi panen juga tercatat di OKU Timur, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Lampung Tengah di Sumatera, serta Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat.

‎"Angka potensi luas panen ini dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan seperti karena adanya serangan hama atau OPT, kemudian banjir, kekeringan, dan waktu realisasi panen, serta lain sebagainya," Pudji mengakhiri.