periskop.id - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan signifikan pada Uang Primer (M0) Adjusted hingga Desember 2025, mencapai 16,8% (yoy) atau Rp2.367,8 triliun, naik dari 13,3% pada bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan lonjakan ini terutama didorong oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 35,1% serta giro bank umum di BI Adjusted yang meningkat 12,9%.

"M0 Adjusted sendiri mencerminkan uang primer yang telah disesuaikan untuk mengisolasi dampak pemberian insentif likuiditas," tulis Ramdan dalam keterangan resminya Kamis (8/1).

Dengan kata lain, angka ini dikatakan Ramdan memberikan gambaran lebih akurat mengenai kondisi moneter sesungguhnya.

Adapun, perhitungannya dilakukan dengan menyesuaikan nominal giro bank sesuai ketentuan GWM (reserve ratio) dan dikalikan dengan DPK pada tiap periode. Sehingga pengaruh kebijakan likuiditas BI terhadap peredaran uang dapat terlihat lebih jelas.

Sebagaimana diketahui, sejak Januari 2025, BI juga menyesuaikan perhitungan M0 Adjusted dan merevisi data mulai Januari 2020. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih transparan tentang perkembangan uang primer sekaligus menilai dampak kebijakan likuiditas terhadap stabilitas ekonomi.

Pertumbuhan M0 Adjusted yang kuat ini menunjukkan likuiditas di sistem perbankan tetap terjaga, meski BI terus menyesuaikan instrumen pengendalian moneter.

"Kondisi ini menjadi sinyal positif stabilitas harga tetap terjaga, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan," pungkas Ramdan.