Periskop.id - Majalah bisnis global Fortune merilis daftar Southeast Asia 500 tahun 2025, sebuah pemeringkatan tahunan yang memuat perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara. 

Daftar ini disusun berdasarkan pendapatan tahun buku 2024 dan menjadi salah satu tolok ukur utama untuk melihat struktur, arah, serta kekuatan ekonomi regional.

Dari data yang dirilis, terlihat bahwa 10 perusahaan terbesar di Asia Tenggara masih didominasi oleh korporasi yang berbasis di Singapura, Indonesia, dan Thailand. 

Sektor energi, komoditas, agribisnis, keuangan, ritel, hingga manufaktur elektronik menjadi motor utama pendapatan perusahaan-perusahaan tersebut. 

Dominasi ini mencerminkan karakter ekonomi Asia Tenggara yang masih sangat bertumpu pada sumber daya alam, konsumsi domestik besar, serta peran strategis Singapura sebagai pusat keuangan dan perdagangan regional.

Berikut adalah daftar lengkap 10 perusahaan terbesar Asia Tenggara beserta profil bisnis dan kinerja keuangan masing-masing.

Trafigura Group

Trafigura menempati peringkat pertama Fortune Southeast Asia 500 untuk tahun kedua berturut-turut. Perusahaan ini merupakan salah satu pedagang komoditas terbesar di dunia, dengan bisnis utama di perdagangan minyak, logam, mineral, dan produk terkait. 

Selain aktivitas perdagangan, Trafigura juga mengelola logistik dan aset fisik seperti terminal penyimpanan, yang memperkuat posisinya dalam rantai pasok global bahan baku industri.

Berkantor pusat di Singapura, Trafigura memiliki operasi di berbagai belahan dunia dan berperan sebagai pemain kunci dalam pergerakan komoditas global. 

Pada 2024, Trafigura mencatat pendapatan lebih dari US$243 miliar, dengan laba bersih mencapai US$2,8 miliar. Skala pendapatan ini menempatkan Trafigura jauh di atas perusahaan lain di kawasan, sekaligus menegaskan peran Singapura sebagai hub perdagangan komoditas internasional.

PTT Public Company Limited

PTT Public Company Limited, atau kerap disebut PTT, merupakan badan usaha milik pemerintah Thailand yang bergerak di sektor minyak dan gas. 

PTT memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi Thailand, sekaligus menjadi salah satu perusahaan energi terbesar di Asia Tenggara.

Pada 2024, PTT membukukan pendapatan sebesar US$87,60 miliar dan laba bersih US$2,55 miliar. Kinerja ini mencerminkan stabilitas bisnis energi Thailand di tengah fluktuasi harga minyak global dan transisi energi yang mulai menguat di kawasan.

PT Pertamina (Persero)

PT Pertamina (Persero) menjadi perusahaan Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025. Sebagai BUMN di sektor energi, Pertamina memegang peran vital dalam penyediaan energi nasional, mulai dari hulu hingga hilir.

Pada 2024, Pertamina mencatat pendapatan sebesar US$75,33 miliar, setara dengan Rp1.194 triliun, serta laba bersih US$3,13 miliar atau sekitar Rp49,54 triliun.

Capaian laba ini menempatkan Pertamina sebagai salah satu perusahaan paling menguntungkan di kawasan, sekaligus menunjukkan besarnya kontribusi sektor energi terhadap perekonomian Indonesia.

Wilmar International

Wilmar International merupakan grup agribisnis terkemuka dunia yang berkantor pusat di Singapura. Bisnis Wilmar mencakup seluruh rantai nilai pertanian, mulai dari budidaya kelapa sawit hingga pengolahan produk konsumen seperti minyak goreng, gula, tepung, dan pupuk.

Model bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir menjadikan Wilmar sebagai salah satu perusahaan tercatat terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Singapura. 

Pada 2024, Wilmar membukukan pendapatan US$67,38 miliar dan laba bersih US$1,17 miliar, mencerminkan kuatnya permintaan global terhadap produk agribisnis dan pangan olahan.

Olam Group

Olam Group adalah perusahaan global di bidang pangan dan agribisnis yang memasok bahan makanan, pakan, dan serat ke berbagai pelanggan di seluruh dunia. 

Operasinya mencakup pertanian, pemrosesan, hingga distribusi di lebih dari 60 negara, dengan tujuan membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

 

Berbasis di Singapura, Olam memiliki portofolio produk yang luas, mulai dari kakao, kopi, kapas, kacang-kacangan, beras, minyak nabati, pakan ternak, hingga produk kayu. 

Pada 2024, Olam mencatat pendapatan US$56,16 miliar, dengan laba bersih US$86,4 juta. Fokus pada keberlanjutan dan inovasi rantai pasok menjadi ciri utama strategi bisnis perusahaan ini.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

PT PLN (Persero) adalah BUMN yang mengelola sektor kelistrikan di Indonesia, dengan anak usaha seperti PLN Nusantara Power dan PLN Indonesia Power. Pada 2024, PLN mencetak pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, mencapai Rp545,28 triliun atau setara US$34,42 miliar.

Pendapatan tersebut diraih pada tahun buku 2024, dengan laba bersih Rp17,76 triliun atau setara US$1,12 miliar. Capaian ini mencerminkan peningkatan kinerja operasional dan peran sentral PLN dalam menopang aktivitas ekonomi nasional.

DBS Group Holdings

DBS Group Holdings adalah perusahaan induk investasi berbasis di Singapura yang dikenal sebagai bank terbesar di Asia Tenggara. 

Melalui anak usahanya, DBS Bank, perusahaan ini menyediakan layanan perbankan konsumen, manajemen kekayaan, perbankan institusional, dan pasar keuangan.

Pada 2024, DBS mencatat kinerja keuangan yang memecahkan rekor. Laba bersih meningkat 11% menjadi SGD11,4 miliar atau sekitar US$8,4 miliar, sementara pendapatan total tumbuh 10% menjadi SGD22,3 miliar atau US$16,43 miliar. 

CP ALL

CP ALL adalah perusahaan induk dari bisnis pemasaran dan distribusi Charoen Pokphand Group di Thailand. 

Perusahaan ini dikenal sebagai operator tunggal jaringan toko serba ada 7-Eleven di Thailand, serta pemilik jaringan grosir Makro dan bisnis Lotus’s setelah mengakuisisi bisnis Tesco di Thailand dan Malaysia.

Pada 2024, CP ALL mencatat pendapatan 987,79 miliar Baht, setara US$28 miliar, meningkat 7,2% dari tahun sebelumnya. Segmen toko serba ada menjadi kontributor utama dengan porsi 45% dari total pendapatan. Laba bersih perusahaan mencapai 25,35 miliar Baht, setara US$718,46 juta.

San Miguel Corporation

San Miguel Corporation merupakan konglomerat multinasional asal Filipina dengan bisnis yang sangat terdiversifikasi. Portofolionya mencakup makanan dan minuman, pengemasan, bahan bakar dan minyak melalui Petron, energi listrik, hingga infrastruktur seperti jalan tol dan bandara.

Pada 2024, San Miguel mencatat pendapatan 1,58 triliun Peso, setara US$27,5 miliar, dengan laba bersih 52,34 miliar Peso atau sekitar US$913,64 juta. 

Skala bisnis ini menjadikan San Miguel sebagai salah satu perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di Filipina.

Flex Ltd.

Flex Ltd., sebelumnya dikenal sebagai Flextronics, adalah perusahaan manufaktur elektronik multinasional Singapura-Amerika. 

Perusahaan ini termasuk tiga besar perusahaan manufaktur elektronik dunia berdasarkan pendapatan dan memiliki operasi di lebih dari 30 negara dengan sekitar 172.000 karyawan.

Untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2025, Flex membukukan penjualan bersih US$25,8 miliar serta laba bersih disesuaikan US$1,05 miliar. Kinerja ini menunjukkan kuatnya peran Asia Tenggara dalam rantai pasok manufaktur elektronik global.