Periskop.id - Pergerakan harga pangan hari ini menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah dinamika daya beli dan inflasi pangan. 

Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga sejumlah komoditas strategis menunjukkan pergerakan yang beragam pada Selasa 13 Januari 2026. 

Data panel ini mencatat adanya penurunan harga cukup dalam pada beberapa komoditas hortikultura dan kedelai, sementara sebagian komoditas pokok seperti beras justru mengalami kenaikan tipis dibandingkan hari sebelumnya.

Dari kelompok komoditas padi dan beras, pergerakan harga menunjukkan arah yang tidak seragam. Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani tercatat berada di angka Rp6.860 per kilogram, turun Rp16 per kilogram atau 0,23% dibandingkan hari sebelumnya. 

Penurunan ini mengindikasikan adanya tekanan harga di tingkat petani, yang bisa dipengaruhi oleh pasokan panen dan kondisi distribusi gabah.

Seiring dengan hal tersebut, Gabah Kering Giling (GKG) tingkat penggilingan juga mengalami penurunan. Harga GKG tercatat Rp7.962 per kilogram, turun Rp50 per kilogram atau 0,62%.

Berbeda dengan gabah, harga beras justru bergerak naik tipis. Beras medium penggilingan tercatat Rp13.061 per kilogram, naik Rp11 per kilogram atau 0,08%. 

Kenaikan serupa juga terjadi pada beras premium penggilingan yang mencapai Rp14.420 per kilogram, naik Rp38 per kilogram atau 0,26%.

Pada komoditas palawija, jagung pipilan kering tercatat berada di harga Rp5.849 per kilogram, turun Rp13 per kilogram atau 0,22%. Penurunan ini relatif kecil dan mencerminkan fluktuasi harian yang masih dalam batas wajar.

Namun, sorotan utama datang dari kedelai biji kering lokal. Harga kedelai tercatat Rp8.400 per kilogram, turun sangat tajam sebesar Rp1.114 per kilogram atau 11,71%. 

Penurunan dua digit ini menjadi yang terdalam di antara seluruh komoditas pangan yang tercatat. Bagi pelaku usaha tahu dan tempe, penurunan ini bisa menjadi angin segar bagi biaya produksi.

Kelompok hortikultura mencatat penurunan harga yang cukup signifikan. Bawang merah tercatat di harga Rp23.175 per kilogram, turun Rp1.644 per kilogram atau 6,62%.

Harga cabai juga bergerak turun serempak. Cabai merah keriting berada di harga Rp23.017 per kilogram, turun Rp1.682 per kilogram atau 6,81%. 

Cabai merah besar bahkan turun lebih dalam ke Rp19.381 per kilogram, turun Rp1.531 per kilogram atau 7,32%. Sementara itu, cabai rawit merah tercatat Rp30.777 per kilogram, turun Rp824 per kilogram atau 2,61%.

Penurunan harga cabai ini menjadi kabar baik bagi konsumen, mengingat cabai kerap menjadi pemicu inflasi pangan ketika harganya melonjak.

Pada komoditas protein hewani, pergerakan harga cenderung lebih stabil. Sapi hidup tercatat di harga Rp52.524 per kilogram, turun Rp124 per kilogram atau 0,24%.

Ayam ras pedaging hidup justru mengalami kenaikan tipis. Harga ayam tercatat Rp22.509 per kilogram, naik Rp42 per kilogram atau 0,19%. Kenaikan ini bisa dipengaruhi oleh permintaan harian dan biaya distribusi.

Sementara itu, telur ayam ras tercatat Rp26.166 per kilogram, turun Rp105 per kilogram atau 0,40%. Penurunan harga telur ini memberi sedikit ruang bagi konsumen rumah tangga di tengah fluktuasi harga pangan lainnya.

Untuk komoditas gula, gula konsumsi di tingkat petani atau pabrik gula tercatat Rp14.993 per kilogram, turun Rp35 per kilogram atau 0,23%.

Berikut adalah tabel rincian pergerakan harga komoditas pangan per Selasa 13 Januari 2026 berdasarkan data Bapanas:

PanganHarga (Rp/Kg)Perubahan (Rp)Persentase
Gabah Kering Panen (GKP) Tingkat Petani6.860(16)-0,23%
Gabah Kering Giling (GKG) Tingkat Penggilingan7.962(50)-0,62%
Beras Medium Penggilingan13.061110,08%
Beras Premium Penggilingan14.420380,26%
Jagung Pipilan Kering5.849(13)-0,22%
Kedelai Biji Kering (Lokal)8.400(1.114)-11,71%
Bawang Merah23.175(1.644)-6,62%
Cabai Merah Keriting23.017(1.682)-6,81%
Cabai Merah Besar19.381(1.531)-7,32%
Cabai Rawit Merah30.777(824)-2,61%
Sapi (Hidup)52.524(124)-0,24%
Ayam Ras Pedaging (Hidup)22.509420,19%
Telur Ayam Ras26.166(105)-0,40%
Gula Konsumsi di Petani/Pabrik Gula14.993(35)-0,23%