periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap bahwa kualitas tanah untuk sektor pertanian di Merauke, Papua Selatan lebih baik dibandingkan di Australia.

‎"‎Kalau dari berbagai ekspert dari Australia mengatakan apa yang tanah daripada di Merauke dibandingkan Australia itu lebih baik," kata Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS), Jakarta, Selasa (13/1). 

‎Airlangga menyebut Merauke merupakan salah satunya pengembangan tebu dan etanol. Sehingga para ahli dari Australia mempercayai bahwa daerah tersebut bisa dikembangkan menjadi lumbung pertanian.

‎"Apalagi mereka percaya bahwa tebu adalah tanaman indigenis daripada Papua yang mereka melihat bahwa yield dan yang lain dengan metode yang sama Merauke bisa menghasilkan lebih baik daripada Australia," jelas Airlangga.

‎Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan bahwa pemerintah mulai merealisasikan program pencetakan sawah baru di berbagai kabupaten di Papua sebagai strategi memutus ketergantungan pasokan pangan dari luar pulau.

‎“Ada yang satu kabupaten usulannya 3.000 hektare, ada yang 5.000 hektare, bahkan sampai 10.000 hektare. Itu kita ikuti usulan dari kabupaten,” kata Sudaryono usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas II di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (12/1).

‎Sudaryono menjelaskan bahwa Kabupaten Merauke memang menjadi lokasi dengan luasan lahan garapan terbesar. Namun, pemerintah tidak hanya memusatkan perhatian di sana, melainkan meluas ke wilayah lain di Bumi Cendrawasih.

‎Fokus utama kementerian saat ini adalah membantu daerah-daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pangan murah. Wilayah tersebut biasanya sangat bergantung pada pengiriman logistik dari pulau lain.

‎“Merauke itu bagian besar, tapi kita juga fokus bagaimana kabupaten-kabupaten yang sulit pangan, yang selama ini harus diangkut dari pulau lain, bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” jelasnya.