periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap perusahaan baja yang berasal dari China dengan dugaan penggelapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Bendahara negara itu menyebut sidak akan dilakukan dalam minggu ini dengan menyasar perusahaan baja yang berada di Jakarta.
"Harusnya minggu ini. Nanti saya undang sehari dua hari deh. Harusnya minggu ini, kita sedang siapkan," kata Purbaya kepada media, Jakarta, dikutip Selasa (27/1).
Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan adanya dugaan penggelapan PPN yang melibatkan puluhan perusahaan baja ilegal di Indonesia. Berdasarkan temuan terdapat 40 perusahaan yang terindikasi melakukan pelanggaran tersebut.
"Yang baja itu yang terdeteksi ada 40 perusahaan," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Rabu (14/1).
Purbaya menyebutkan, mayoritas pemilik perusahaan baja ilegal tersebut teridentifikasi berasal dari China, meskipun terdapat pula perusahaan yang melibatkan pihak dalam negeri.
"Ada yang China, ada yang Indonesia juga," jelasnya.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap perusahaan berskala besar seharusnya relatif mudah dilakukan. Oleh karena itu, Purbaya tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan oknum internal dalam kasus tersebut.
"Nah itu saya teka-teki saya juga. Harusnya kan kalau perusahaan besar kan gampang ngeliatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat, nanti kita liat ya," terang Purbaya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Purbaya memastikan akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dua perusahaan besar yang terindikasi melakukan pelanggaran dalam waktu dekat.
Tinggalkan Komentar
Komentar