periskop.id - PT OCBC Sekuritas Indonesia mengumumkan rencana membawa empat perusahaan untuk melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2026.
Presiden Direktur OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan menjelaskan secara rinci satu perusahaan dijadwalkan IPO pada kuartal pertama. Kemudian dua perusahaan menyusul pada kuartal kedua, satu lagi antara kuartal ketiga dan kuartal keempat.
Menurut Betty, perusahaan-perusahaan yang akan melantai di BEI ini tidak termasuk kategori jumbo. Melainkan berada di segmen medium cap dengan estimasi nilai IPO masing-masing tetap di atas Rp 240 miliar.
"Ini bukan yang big ya, jadi ini di medium cap, tapi tetap semuanya itu di atas 250 miliar," ujar Betty kepada wartawan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (27/1).
Betty menjelaskan, IPO paling dekat dijadwalkan berlangsung pada kuartal pertama 2026, tepatnya sekitar bulan Maret dan berasal dari sektor logistik. Ini menunjukkan minat pasar yang terus tumbuh di industri tersebut.
"Yang akan datang ini yaitu di kuartal I ini, perkiranya di bulan Maret, itu di sektor logistik," bebernya.
Meski tidak menjelaskan secara rinci keterkaitan perusahaan-perusahaan tersebut dengan konglomerat tertentu, Betty mengungkap bahwa dua perusahaan yang dijadwalkan melaksanakan IPO pada kuartal kedua dan ketiga bergerak di sektor teknologi, khususnya dalam pengembangan sistem terintegrasi.
Sektor ini diprediksi mampu menarik minat investor karena menawarkan potensi pertumbuhan yang signifikan. Di sisi lain, terdapat pula perusahaan yang beroperasi di bidang Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) dan produk konsumen.
"Kalau yang di kuartal II, kuartal III itu ada perhubungan dengan integrated system, jadi kategori teknologi. Terus kemudian berikutnya kita ada yang FMCG juga dan consumer product," ucapnya.
Dengan strategi ini, OCBC Sekuritas Indonesia menunjukkan fokusnya pada segmen medium cap yang dinamis, sekaligus memanfaatkan momentum pasar saham yang mulai menunjukkan peningkatan likuiditas dan minat investor domestik maupun asing, sehingga IPO tahun 2026 diprediksi akan berjalan kompetitif dan menarik perhatian pasar.
Tinggalkan Komentar
Komentar