periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga inflasi agar tetap berada dalam target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, yakni sebesar 2,5 ±1%. Hal tersebut disampaikan Airlangga usai Rapat Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1).
"Pemerintah terus menjaga agar inflasi sesuai dengan target dalam APBN yaitu 2,5 ±1%," kata Airlangga kepada media, Jakarta, Kamis (28/1).
Untuk mendukung stabilitas harga pangan, pemerintah mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam pengadaan dan distribusi pasokan pangan lintas waktu dan lintas wilayah.
"Kedua, pemerintah tadi melihat volatile food, terutama makanan untuk terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5%," tuturnya.
Airlangga menyebut upaya ini mencakup peningkatan produktivitas, pembiayaan, serta kelancaran logistik sejumlah komoditas strategis seperti bawang merah, bawang putih, dan beras.
Ia juga menekankan pentingnya fasilitasi distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah yang mengalami kekurangan, serta pengendalian harga melalui kebijakan administered price terhadap berbagai bahan pangan.
"Logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administer price terhadap berbagai pahak pangan," terangnya.
Selain itu, katanya, pemerintah terus mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur logistik guna menjaga stabilitas harga. Sejumlah daerah bahkan dilaporkan mulai mengalami penurunan tingkat inflasi.
"Kemudian pemerintah juga terus mendorong di daerah rencana untuk dukungan infrastruktur logistik agar kita bisa menjaga dan tadi disampaikan bahwa di daerah tersebut inflasi sudah mulai turun," paparnya.
Perlu diketahui, Rapat TPIP tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Pengelola BUMN Donny Oskaria, serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Tinggalkan Komentar
Komentar