Periskop.id - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Amran, menyatakan, 3.248 unit hunian sementara (huntara) di Provinsi Aceh sudah rampung 100%. Adapun total huntara yang direncanakan di seluruh Aceh mencapai 16.294 unit

"Di Provinsi Aceh, huntara yang sudah 100% sebanyak 3.248 yang selesai," kata Amran di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (29/1). 

Sementara itu, masyarakat di Provinsi Aceh yang telah menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) tercatat sebanyak 2.559 kepala keluarga (KK) dari total penerima 9.766 KK. 

Kemudian pembangunan huntara di Sumatera Utara yang telah selesai sebanyak 557 unit. Adapun masyarakat yang telah menerima DTH sebanyak 1.688 KK dari total penerima 6.550 KK.

Sementara di Sumatera Barat, huntara yang telah selesai dibangun sebanyak 476 unit, dengan jumlah masyarakat yang telah menerima DTH sebanyak 1.685 KK dari total penerima 2.004 KK.

Amran menegaskan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera berkomitmen mempercepat pembangunan huntara di tiga provinsi yang terdampak bencana. Menurutnya, rampungnya huntara dan penyaluran DTH tersebut diharapkan terus mengurangi jumlah warga terdampak bencana di pengungsian.

Amran menjelaskan, di Provinsi Sumatera Barat jumlah pengungsi menurun dari 10.854 orang pada 24 Januari 2026 menjadi 9.040 orang. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara tercatat sebanyak 11.085 pengungsi, dan di Provinsi Aceh sebanyak 91.663 pengungsi.

Saat ini total jumlah pengungsi di tiga provinsi tersebut berdasarkan data terbaru sebanyak 111.788 orang, angka tersebut menunjukkan tren penurunan secara bertahap.

Amran menyampaikan, seiring dengan penyelesaian huntara, jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera terus mengalami penurunan seiring berjalannya proses penanganan di lapangan.

"Data terakhir yang kami dapatkan di Posko Satgas, saat ini untuk pengungsi ini ada penurunan dari waktu ke waktu, terus berkurang. karena memang diharapkan semua pengungsi nanti tidak berada lagi di dalam pengungsian," kata Amran di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis.

Kemajuan Pesat
Sebelumnya, Kasatgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh Safrizal Zakaria Ali mengungkapkan, ada kemajuan pesat dalam pembangunan hunian sementara (huntara) dan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) pascabencana banjir dan longsor di Aceh.

"Berdasarkan data sementara, total huntara yang direncanakan di seluruh Aceh mencapai 16.294 unit, dengan progres pembangunan yang terus bergerak signifikan di berbagai kabupaten/kota," kata Safrizal dalam keterangannya di Jakarta,

Dari total tersebut, 3.248 unit huntara telah selesai dibangun atau setara dengan 19,9%, sementara 13.046 unit lainnya (sekitar 80,1%) sedang dalam proses pengerjaan. Safrizal menegaskan, seluruh jajaran di lapangan bekerja keras untuk memastikan target pembangunan dapat segera diselesaikan, mengingat kebutuhan mendesak para korban yang masih tinggal di lokasi pengungsian.

Hingga kini, tercatat 12 kabupaten/kota mengajukan huntara dan 16 kabupaten/kota mengajukan DTH. Sejumlah daerah menunjukkan progres penyelesaian yang menonjol. Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan capaian terbesar, yakni sekitar 1.000 unit huntara telah selesai dan 1.600-an unit masih dibangun.

Disusul Aceh Utara dengan 829 unit selesai dan 3.400-an unit sedang dikerjakan, kemudian Pidie Jaya dengan 222 unit selesai, Aceh Tengah dengan 275 unit selesai, serta Bener Meriah yang telah menyelesaikan 200 unit dari total ratusan unit yang direncanakan.

Safrizal ZA menegaskan, pemerintah pusat turut bekerja ekstra untuk memastikan seluruh proses berjalan lancer. Mulai dari pendataan, percepatan pembangunan, hingga penyaluran bantuan.

Ia memastikan, seluruh jajaran terkait terus melakukan koordinasi intensif, agar pembangunan huntara serta penyaluran DTH dapat segera tuntas dan masyarakat terdampak mendapatkan kepastian hunian dalam waktu dekat.