periskop.id - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik merespons usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang mendorong pembenahan pasar modal secara tegas.

Luhut sebelumnya mengusulkan agar posisi strategis di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BEI diisi figur independen, yakni anak muda berpengalaman, berintegritas, dan tidak mudah diintervensi. Menanggapi hal tersebut, Jeffrey menegaskan BEI terbuka terhadap setiap gagasan perbaikan tata kelola.

“Kami sangat terbuka terkait itu. Sebagai profesional, kami siap dengan perubahan apa pun,” ujarnya di Gedung BEI, dikutip Sabtu (14/2).

Ia menekankan, sebagai pengelola bursa pihaknya mendukung langkah-langkah yang bertujuan memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar modal nasional. Jeffrey juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif DEN yang menjalin komunikasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurutnya, dukungan berbagai pihak termasuk lembaga internasional menjadi sinyal positif bagi penguatan kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.

“Kalau ada pihak lain yang juga mendukung, tentu kami berterima kasih,” lanjut Jeffrey.

Sebagai informasi, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyiapkan langkah strategis untuk merombak wajah pasar modal Indonesia. Ia berencana mengusulkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar generasi muda yang berpengalaman dan berintegritas diberi ruang memimpin lembaga kunci sektor keuangan.

Selain itu, menurutnya, posisi strategis di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) harus diisi figur profesional yang independen serta kebal terhadap intervensi kepentingan mana pun.

“Saya akan lapor ke Bapak Presiden Prabowo, cari anak muda yang punya pengalaman dan kredibilitas di pasar modal, yang tidak bisa diintervensi siapa pun,” ujar Luhut di Kantor DEN, Jakarta, Jumat.

Menurut Luhut, dinamika dan gejolak yang belakangan muncul di pasar keuangan tak cukup direspons dengan langkah tambal sulam. Ia menekankan perlunya reformasi menyeluruh, terstruktur, dan berjangka panjang untuk memulihkan serta memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Upaya tersebut, kata dia, juga telah dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan internasional. Luhut mengungkapkan dirinya sempat menerima kunjungan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga penyedia indeks saham global. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu, berbagai isu strategis dibahas secara mendalam.

“Kemarin (MSCI) datang ke kantor saya, kami diskusi hampir dua jam. Kami diskusi panjang. Saya jelaskan, kita bagus kok semua. Tidak ada yang salah,” tutur Luhut.