periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi sejumlah perusahaan antre di pipeline penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Sampai dengan 17 April 2026, tercatat baru 1 perusahaan yang resmi mencatatkan saham di BEI dengan total dana dihimpun sebesar Rp0,30 triliun.

“Hingga 17 April 2026 terdapat 16 perusahaan yang berada dalam antrean pipeline pencatatan saham di BEI,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, dikutip Senini (20/4).

Jika ditinjau berdasarkan klasifikasi aset sesuai POJK No. 53/POJK.04/2017, pipeline IPO tersebut terdiri dari 11 perusahaan dengan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar dan 5 perusahaan dengan aset skala menengah atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara itu, tidak terdapat perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar dalam antrean pipeline tersebut.

Berdasarkan sektornya, perusahaan yang berada dalam pipeline IPO tersebut berasal dari sektor kesehatan atau healthcare sebanyak 4 perusahaan. Kemudian sektor consumer cyclicals 3 perusahaan, consumer non-cyclicals 3 perusahaan, infrastructures 2 perusahaan, dan dari sektor teknologi ada 2 perusahaan. Serta masing-masing satu perusahaan dari sektor energy dan financials.

Pipeline Obligasi, Sukuk dan Rights Issue

Selain pipeline IPO, BEI juga mencatat penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) sepanjang 2026 telah mencapai 52 emisi dari 35 penerbit dengan total dana dihimpun sebesar Rp57,16 triliun.

Saat ini, terdapat 46 emisi dari 31 penerbit yang berada dalam pipeline EBUS. Berdasarkan sektornya, pipeline tersebut berasal dari sektor keuangan atau finansial sebanyak 15 perusahaan, infrastruktur 7 perusahaan, energi 5 perusahaan, basic materials 2 perusahaan, serta consumer non-cyclicals 2 perusahaan.

Sementara itu, hingga 17 April 2026 tercatat terdapat 3 perusahaan tercatat yang telah melaksanakan aksi korporasi rights issue dengan total nilai sebesar Rp3,75 triliun. Adapun saat ini masih terdapat 1 perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue yang berasal dari sektor properties & real estate.