periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak terkait rasio utang pemerintah yang berada di kisaran 41% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut Purbaya, level tersebut masih dalam batas aman jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain di kawasan. Ia mencontohkan rasio utang Singapura yang berada di kisaran 100% PDB, Malaysia sekitar 60%, serta Thailand yang juga lebih tinggi dibanding Indonesia.
"Nggak apa-apa, Emang kenapa? Singapura berapa? 100, Malaysia berapa? 60. Thailand berapa? Coba cek aja Thailand berapa. Dengan standar itu, kita masih aman," kata Purbaya kepada media saat ditemui di Jakarta, Rabu (18/2).
Ia menegaskan, pihaknya juga tetap menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit anggaran di bawah batas 3% PDB. Strategi yang ditempuh, kata dia, adalah memaksimalkan ruang defisit yang tersedia untuk mendorong pemulihan ekonomi tanpa melanggar batas ketentuan tersebut.
"Jadi strategi kita adalah memaksimalkan defisit yang ada untuk memastikan ekonomi berbalik arah di triwulan ke empat tahun lalu kan dan terbukti kan ekonomi berbalik arah," jelasnya.
Purbaya menjelaskan, kebijakan ekspansi fiskal yang ditempuh pada akhir tahun lalu terbukti mampu membalikkan arah perlambatan ekonomi pada triwulan IV. Stimulus yang diberikan dinilai efektif mengangkat kembali aktivitas ekonomi tanpa membuat defisit melampaui ambang batas.
"Itu sebetulnya strategi yang amat smart. Kita nggak lewatin 3%, ekspansi fiskal, kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik. Tinggal kita lari, kita tinggal atur ke depan seperti apa yang ramai ekonominya. Tapi nggak terdeteksi seperti kemarin lagi, dimana kita mau hancur. Karena kemarin demo besar-besaran, akhir triwulan ketiga," Purbaya mengakhiri.
Tinggalkan Komentar
Komentar