periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp49,8 triliun. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan anggaran tersebut diperlukan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program strategis Kemenkeu pada tahun depan.
"Kami mengusulkan pagu indikatif Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp49,8 triliun, yang terdiri dari alokasi rupiah money sebesar Rp39,32 triliun, PNBP sebesar Rp102,15 miliar, dan BLU sebesar Rp10,38 triliun," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (15/5).
Purbaya merinci, usulan anggaran tersebut akan digunakan untuk sejumlah program utama. Program kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan ekonomi memperoleh alokasi Rp36,33 miliar dari rupiah murni. Program pengelolaan penerimaan negara diusulkan sebesar Rp1,62 triliun, sementara program pengelolaan belanja negara sebesar Rp14,12 miliar.
Selanjutnya, program pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, dan risiko diusulkan sebesar Rp194,68 miliar yang bersumber dari rupiah murni sebesar Rp93,63 miliar dan PNBP Rp101,04 miliar. Adapun program dukungan manajemen menjadi porsi terbesar dengan alokasi Rp47,93 triliun yang berasal dari rupiah murni Rp37,55 triliun, PNBP Rp1,01 miliar, dan BLU Rp10,37 triliun.
Menurut Purbaya, secara tren usulan pagu anggaran 2027 relatif sama dengan pagu Kementerian Keuangan tahun 2026 setelah memperhitungkan efisiensi anggaran. Kondisi tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menekankan efisiensi belanja dan optimalisasi penggunaan sumber daya di seluruh kementerian dan lembaga.
"Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait efisiensi anggaran dan penajaman belanja di mana Kementerian Lembaga perlu mengoptimalkan sumber daya dan anggaran yang ada di tengah kebutuhan yang semakin meningkat terutama untuk mendukung program kerja prioritas nasional," paparnya.
Lebih jauh, berdasarkan fungsi, pagu anggaran Kementerian Keuangan 2027 sebesar Rp49,8 triliun tersebut terdiri atas fungsi pelayanan umum sebesar Rp45,52 triliun, fungsi ekonomi Rp284,71 miliar, dan fungsi pendidikan Rp3,99 triliun.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar