periskop.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menandatangani Memorandum of Agreement atau Perjanjian Kerja Sama tentang Peningkatan Strategis Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Bilateral dengan US-ASEAN Business Council (US-ABC).

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, penandatanganan tersebut bertujuan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di AS.

“Tanda tangan antara Kadin dengan US-ASEAN Business Council, intinya bagaimana kita bisa memperbesar pasar buat para pedagang kita, para investor dari Indonesia, para pengusaha dari Indonesia untuk bisa mengakses pasar di Amerika (Serikat),” ujar Anindya dalam keterangannya, Sabtu (21/2).

Sebagai contoh, Anin sapaan akrabnya itu menyoroti sektor alas kaki. Ia menyebut nilai ekspor alas kaki Indonesia ke AS saat ini sekitar US$120 juta, sementara Vietnam telah mencapai US$600 juta.

“Nah itu hampir 4-5 kali lipatnya,” jelas Anin.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor, selama tetap menjaga daya saing, khususnya dari sisi tarif. Ia menambahkan, pihaknya saat ini berfokus mendukung pelaku usaha yang telah aktif melakukan ekspor, antara lain di sektor garmen, tekstil, alas kaki, furnitur, dan elektronik. 

Namun, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan perdagangan. Anin menegaskan pentingnya mendorong investasi AS masuk ke Indonesia.

“Ingat, bahwa di Indonesia ini dibutuhkan banyak investasi. Sampai US$60 miliar FDI, Foreign Direct Investment. Nah, ini juga salah satu cara untuk kita untuk mendapatkan ini semua,” ujar Anin.

Lebih lanjut, Anin menilai kesepakatan dagang (Agreement on Reciprocal Trade) yang tengah dipersiapkan Indonesia dan AS berpotensi menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemampuan tenaga kerja nasional, termasuk di bidang teknologi, guna mendorong transformasi ekonomi ke arah industri bernilai tambah.

“Karena trade agreement yang akan ditandatangani oleh kedua negara ini benar-benar bisa menjadi suatu sejarah. Supaya perdagangan dan investasi-investasi selalu meningkat. Membawa lapangan kerja, membawa juga pertumbuhan," tutup Anin.