‎‎periskop.id - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai per Januari 2026 mencapai Rp22,6 triliun. Angka tersebut setara dengan 6,7% dari target APBN dan mengalami kontraksi 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

‎"Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2025 sebesar Rp22,6 triliun kontraksi 14%," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Senin (23/2). 

‎Secara rinci, penerimaan dari sektor cukai tercatat Rp17,5 triliun atau 7,2% dari target APBN, turun 12,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya produksi akhir tahun 2025.

‎Sementara itu, penerimaan bea keluar terealisasi Rp1,4 triliun atau 3,4% dari target APBN, terkontraksi cukup dalam sebesar 41,6% secara tahunan. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya harga komoditas, khususnya crude palm oil (CPO), yang menjadi salah satu kontributor utama bea keluar.

‎Adapun penerimaan bea masuk tercatat Rp3,7 triliun atau 7,4% dari target APBN, turun 4,4% dibandingkan tahun lalu. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor dengan tarif Most Favoured Nation (MFN) 0%, pemanfaatan fasilitas Free Trade Agreement (FTA), serta restitusi.