periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pembelian sebanyak 105 ribu mobil pick up di India untuk program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) tidak menggunakan tambahan anggaran baru dari APBN.

‎Menurut Purbaya, Koperasi Merah Putih memperoleh pembiayaan melalui pinjaman dari bank-bank Himpunan Milik Negara (Himbara). Sementara itu, peran Kementerian Keuangan adalah menyiapkan pembayaran cicilan pinjaman tersebut sekitar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.

‎“Jadi Koperasi Merah Putih adalah mereka meminjam uang dari himbara. Kewajiban saya Kementerian Keuangan adalah setiap tahun kira-kira akan menyicil pinjamannya sebesar Rp40 triliun selama 6 tahun ke depan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Senin (23/2).

‎Purbaya menjelaskan, sumber pembayaran cicilan tersebut berasal dari realokasi dana desa yang memang setiap tahun telah dianggarkan dalam APBN. Dengan demikian, total belanja negara tidak bertambah, melainkan hanya terjadi perubahan mekanisme penyaluran.

‎“Jadi untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan risiko fiskal. Karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang dana desa. Jadi setiap tahun pun memang kita belanja segitu,” tegasnya.

‎Purbaya memastikan skema ini tetap menjaga disiplin fiskal dan tidak menambah beban baru terhadap keuangan negara. "Cuma sekarang cara belanjanya berubah. Jadi seperti itu Pembiayaan," tutupnya.