periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) per Mei 2026 mencapai Rp180,4 triliun atau 0,70% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp164,4 triliun atau 0,64%.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merincikan untuk keseimbangan primer mengalami surplus sebesar Rp58,6 triliun. Ia meyakini bahwa ke depan akan terus mengalami perbaikan. Hal tersebut terlihat pada pendapatan negara yang tumbuh 19,1% secara tahunan (year on year/yoy) atau Rp1.185 triliun.
"Ini realisasi APBN sampai dengan mulai Mei 2026 ini terus menunjukkan trend positif. Kita lihat pendapatan tumbuh 19,1 persen," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Jumat (5/6).
Tercatat penerimaan perpajakan mencapai Rp958,2 triliun atau tumbuh 18,9% yang terdiri dari penerimaan pajak meningkat 22,1% atau Rp834,4 triliun yoy. Kepabeanan dan cukai Rp123,8 triliun atau tumbuh 0,7% yoy.
"Yang paling menarik adalah pendapatan pajak naiknya 22,1 persen. Bea cukai naik 0,7 persen, sudah positif dua bulan berturut-turut. Nanti akan naik lagi lebih bagus. PNBP naiknya 19,9%," terangnya.
Selanjutnya, untuk belanja negara dilaporkan tercatat Rp1,365,4 triliun atau tumbuh 34,4% secara tahunan yang di antarannya belanja pemerintah pusat Rp1,059,3 triliun atau 52,6%, belanja kementerian/lembaga Rp517,7 triliun atau 58,9%.
Sedangkan belanja non K/L Rp425,5 triliun atau 47% dan transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp541,6 triliun. Untuk pembiayaan anggaran tercatat Rp379,5 triliun atau 16,2%.
"Transfer ke daerah agak turun sedikit 4,9 persen," tutupnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar