periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara pasti skema pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang disebut akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menyatakan dirinya belum dilibatkan dalam pembahasan terkait keputusan tersebut.
"Nanti saya belum dipanggil untuk masalah itu. Seingat saya sih masih 50:50, belum diajak ke sana," kata Purbaya kepada media di Jakarta, Kamis (12/2).
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung akan dibayar menggunakan APBN.
Prasetyo mengatakan pembahasan masih berada dalam tahap finalisasi. Proses negosiasi dan pembicaraan teknis terkait mekanisme pembayaran dipimpin langsung oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani.
"Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara. Jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ucap Prasetyo.
Komitmen pembayaran utang Whoosh juga sebelumnya ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Prabowo menyatakan pemerintah siap membayar kewajiban proyek tersebut sebesar Rp1,2 triliun per tahun.
Tinggalkan Komentar
Komentar