Periskop.id - Badan Pengelola (BP) BUMN menyatakan penyelesaian persoalan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh telah selesai. Hasil dari restrukturisasi ini akan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan, proses penyelesaian telah mencapai tahap final setelah dilakukan pembahasan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Whoosh juga akan segera selesai dengan Pak Menkeu. Mungkin Insyaallah dalam minggu depan, saya dan Pak Menkeu atau minggu depan atau dua minggu lagi akan ketemu dan juga dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh yang sudah selesai, sudah final ya," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4). 

Dia menjelaskan, seluruh kajian terkait restrukturisasi utang telah diselesaikan dan telah dicapai kesepakatan antara pihak terkait. Saat ini, kata dia, proses tinggal memasuki tahap formal seperti penandatanganan dokumen, yang nantinya juga akan diinformasikan secara terbuka.

"Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menkeu juga. Dan sudah ada kesepakatannya. Sudah selesai semua kajian dan lain sebagainya. Tinggal kita akan ada proses formalnya ya. Ada signing dan sebagainya. Yang nanti teman-teman wartawan akan diundang," tuturnya. 

Dony menyatakan, pemerintah berfokus pada penyelesaian masalah secara menyeluruh tanpa memperdebatkan penyebab masa lalu. Upaya tersebut diarahkan untuk memperbaiki kesehatan perusahaan BUMN serta memperkuat tata kelola ke depan.

Terkait operasional, dia memastikan pengelolaan kereta cepat tetap berada di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Adapun terkait struktur kepemilikan dan pendanaan akan dijelaskan lebih lanjut saat pengumuman resmi.

"Nah, ini nanti akan kita sampaikan. Kan nggak 'surprise' lagi nanti saya dan Pak Menkeu tentunya akan barengan untuk menyampaikan kepada publik mengenai proses penyelesaian ini. Tapi yang pasti buat teman-teman sekalian penyelesaiannya sudah segera akan kita tandatangani dan kita bereskan," kata Dony.

Tak Ganggu Layanan
Lebih lanjut, dia juga menegaskan, layanan kepada masyarakat tidak akan terganggu, bahkan diharapkan semakin baik setelah adanya kejelasan struktur pendanaan proyek kereta cepat tersebut.

"Dan yang paling penting adalah layanan kepada publik tidak terganggu dan justru akan menjadi semakin baik. Sehingga dengan kejelasan mengenai struktur pendanaan daripada kereta api cepat kita," ujarnya. 

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa keputusan terkait penyelesaian restrukturisasi utang Whoosh telah ditetapkan, namun belum dapat diumumkan secara rinci karena melibatkan berbagai pihak. Dia memastikan, seluruh keputusan sudah final dan tinggal menunggu waktu untuk disampaikan kepada publik.

"Pokoknya sudah putus, sudah selesai cuma tinggal formalitasnya tapi kan saya belum bisa umumin karena bukan saya sendiri yang terlibat nanti akan diumumkan tapi sudah clear itu seperti apa nanti pengelolaannya," kata Purbaya.

"Sudah selesai, sudah diputuskan. Nanti diumumkan begitu waktunya, pada saatnya," pungkasnya.