periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik anggapan sejumlah pihak yang menilai ekonomi Indonesia sedang melemah hingga menuju resesi. Menurutnya, penilaian tersebut tidak sepenuhnya tepat karena tidak menggunakan data ekonomi terbaru.
Purbaya mengatakan berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat dan berada dalam fase ekspansi.
"Belakang ini ada yang bilang ekonomi kita melemah, katanya daya beli turun. Saya cek datanya, saya lihat juga langsung ke lapangan, kayak kemarin ke Pasar Tanah Bang ya, kelihatannya masih cukup baik," ucap Purbaya dalam pelantikan, Jakarta, Selasa (10/3).
Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak berada dalam kondisi resesi maupun krisis seperti yang dikhawatirkan sebagian pihak.
"Jadi ekonomi kita tidak resesi, apalagi risis. Paling enggak kalau dari data yang saya punya, kita cukup bagus," tambahnya.
Bendahara negara itu menjelaskan, ekonomi Indonesia bahkan masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,39% pada kuartal IV tahun 2025.
"Jadi Anda boleh bangga dengan Kementerian Keuangan, kita bisa mengendalikan pada ekonomi sampai sekarang ini dengan cukup baik, dan ekonomi kita sedang dalam fase ekspansi dengan laju pertumbuhan yang lebih cepat," tuturnya.
Ia menilai, apabila pemerintah tidak mengambil langkah kebijakan fiskal yang tepat pada saat ekonomi mengalami tekanan sebelumnya, kondisi ekonomi bisa saja memburuk.
Purbaya juga menyinggung adanya pihak yang menyebut Indonesia berada dalam kondisi krisis. Namun menurutnya, pandangan tersebut muncul karena menggunakan informasi lama yang tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.
"Kalau enggak diperbaiki dengan kebijakan tertentu di sisi fiskal, kita akan jatuh dan sekarang mungkin betul-betul krisis, kata ekonom-ekonom amatir, amatiran di luar itu yang ngomong. Mereka bilang kita resesi, kita krisis," terangnya.
"Kalau Anda cuma ngomong fiskal saja, itu cuma 10% dari perekonomian. Tapi kalau kita ngomong sektor dan pemerintah, itu 90% dari perekonomian. Dan sebagian aturannya ada di Kementerian Keuangan. Siapa saja, kayak biaya cukai, import, tarif, pelabuhan, dan lain-lain," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar