periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memperingatkan jajaran manajemen Danantara menghindari praktik penyerahan laporan keuangan palsu. Kepala negara melarang keras segala bentuk manipulasi pelaporan kinerja sekadar demi menyenangkan hati pimpinan.

"Jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu," katanya saat memberikan arahan dalam acara Tasyakuran HUT ke-1 Danantara di Jakarta, Rabu (11/3).

Mantan Menteri Pertahanan ini tidak mentoleransi adanya budaya rekayasa administrasi di lingkungan lembaga pengelola aset negara. "Laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan, saya kasih peringatan keras ini," tegasnya.

Peringatan tegas ini meluncur usai penerimaan data kinerja tahun perdana pengelola dana abadi negara tersebut. Berkas laporan internal mengeklaim adanya lonjakan tajam pada indikator pengembalian aset atau return on asset.

Angka keuntungan operasional lembaga pelat merah ini tertulis meroket tajam melampaui capaian periode sebelumnya. "Saya dapat laporan, saya cukup gembira, return on asset satu tahun dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen," jelasnya.

Peningkatan drastis persentase keuntungan operasional ini jelas berpotensi menjadi kabar sangat baik bagi ketahanan ekonomi nasional. Kerja keras jajaran manajemen badan investasi ini mendapat apresiasi positif.

"Kita juga bersyukur management satu tahun ini sudah membuktikan dengan management yang baik, dengan pengelolaan yang baik, terutama dengan will yang benar, dengan political will, dengan jiwa yang benar, hasil sudah kelihatan," paparnya.

Namun, pencapaian angka laporan bernilai fantastis tersebut turut memantik kewaspadaan tersendiri. Pucuk pimpinan tertinggi negara menaruh perhatian ekstra meneliti keabsahan angka tersebut.

"Saya dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan benar," ujarnya merespons potensi kemunculan data fiktif.

Danantara sejatinya memikul mandat sangat berat dalam mengelola akumulasi kekayaan bangsa untuk masa depan. Entitas pengelola dana ini lahir dari proses konsolidasi seluruh aset strategis milik negara.

Eksistensi badan ini kini sejajar dengan deretan lembaga sovereign wealth fund raksasa di tingkat dunia. Tata kelola keuangan instansi tentu menuntut standar transparansi tingkat tinggi tanpa sedikit pun toleransi manipulasi administrasi.