periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mematok target ambisius pengembalian aset minimum kepada jajaran manajemen badan investasi Danantara. Lembaga pengelola kekayaan negara ini wajib menyetorkan keuntungan finansial minimal mencapai Rp800 triliun setiap tahunnya.

Menyampaikan arahan dalam acara Tasyakuran HUT ke-1 Danantara di Jakarta, Rabu (11/3), ia menegaskan besaran angka target pengembalian dana tersebut. "Kalau hanya 5% return on asset berarti Danantara harus kembalikan ke negara US$50 miliar tiap tahun, US$50 miliar adalah Rp800 triliun," katanya.

Nilai fantastis setara US$50 miliar tersebut berasal dari perhitungan ambang batas paling bawah. Angka ini mewakili raihan target persentase pengembalian aset atau return on asset (ROA) sebesar 5%.

Kepala negara sejatinya mematok standar keuntungan perusahaan ideal jauh lebih tinggi dari angka 5%. Entitas bisnis berkinerja baik seharusnya mampu mencetak angka pengembalian aset minimal 10%.

"Perusahaan yang baik return on asset harusnya minimal 10%, kalau yang bagus 12%, yang hebat 15%," jelasnya.

Ia menyadari pencapaian target ideal 10% pada tahun pertama operasional lembaga merupakan hal sangat sulit. Oleh sebab itu, negara memberikan sedikit pelonggaran target persentase pada masa-masa awal berdiri ini.

"Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10%, tapi kita mengerti itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," ungkapnya.

Target setoran Rp800 triliun ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi para petinggi lembaga tersebut. Capaian kinerja perdana saat ini dinilai masih sangat minim meski telah mengalami lonjakan.

"Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," tegasnya.

Mantan Menteri Pertahanan ini tetap memberikan apresiasi atas prestasi awal jajaran manajemen pengelola aset bangsa ini. Kenaikan nilai keuntungan tahun pertama terbukti sukses menyentuh angka lebih dari 300% dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, pujian tersebut senantiasa beriringan dengan tuntutan peningkatan kinerja secara berkesinambungan. Kewajiban mencetak setoran minimum bagi kas negara tidak bisa ditawar lagi ke depannya.

"Saudara-saudara harus bisa memberi return 5% minimal kembalikan ke negara, US$50 miliar minimal," tutupnya.