periskop.id - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta penundaan seluruh agenda rapat kerja usai kecewa atas ketidakhadiran Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
"Kami tentu kecewa dengan ketidakhadiran Pak Dirut, maka pada kesempatan kali ini kami minta ini ditunda keseluruhannya," tegasnya.
Pernyataan ini ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Kementerian Koperasi dan PT Agrinas di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (11/3).
Agenda utama pertemuan ini membahas evaluasi progres dan pembiayaan Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono beserta seluruh jajarannya terlihat hadir memenuhi undangan wakil rakyat.
Namun, absennya pucuk pimpinan Agrinas seketika memicu kemarahan dari sejumlah anggota dewan.
Mufti menyoroti alasan ketidakhadiran pimpinan Agrinas berubah-ubah secara mendadak. Pihaknya awalnya menerima konfirmasi kehadiran pukul 10.45, lalu berubah alasan menjadi sakit.
"Ditanya sakitnya di rumah sakit mana, kemudian menjawab katanya demam di rumah," ujarnya.
Anggota Komisi VI DPR RI Sturman turut menyuarakan kekecewaan terkait alasan tersebut. Ia bahkan menyindir perlunya mengirimkan tim medis langsung ke kediaman sang direktur utama.
"Bila perlu dokter dari ini mengecek, mudah-mudahan beliau dalam keadaan sehat," katanya.
Direktur Pengadaan PT Agrinas Pangan Nusantara Alpis Rudy mengklarifikasi kondisi kesehatan atasannya di hadapan peserta rapat. Ia menyebut pimpinannya mengalami demam tinggi usai rapat pada malam sebelumnya.
"Semalam sebenarnya saat kami rapat ini sudah berjaket dan sudah berkeringat dingin," jelasnya.
Penjelasan ini tidak menyurutkan niat anggota dewan menunda jalannya rapat. Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai persoalan proyek KDKMP sangat banyak dan harus terungkap secara transparan.
"Rekomendasinya ya segeralah BPK masuklah mengaudit," ucapnya.
Mayoritas fraksi akhirnya sepakat menolak kelanjutan rapat jika hanya mendengarkan paparan Menteri Koperasi.
Pimpinan sidang pun mengetuk palu penundaan hingga pimpinan Agrinas bisa hadir secara fisik.
"Saya setuju kalau kita tunda sampai Pak Dirut bisa hadir di sini," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar