periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah belum merencanakan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merespons ketidakpastian kondisi ekonomi global. Postur anggaran berjalan saat ini dinilai masih sangat mumpuni menopang seluruh daftar belanja negara.
"Sebelumnya banyak pertanyaan dari Anda, apakah pemerintah akan segera mengubah APBN-nya? Belum," ucapnya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/3)
Kondisi kas penerimaan negara sejauh ini masih menunjukkan performa positif. Kekuatan finansial ini terbukti sanggup membiayai kelancaran berbagai program prioritas pemerintah tanpa kendala berarti.
Meski demikian, Kementerian Keuangan tetap menyiagakan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi ancaman guncangan global. Mitigasi risiko ini menjadi tameng pelindung ekonomi domestik dari imbas tekanan eksternal.
Pemerintah siap mengambil kebijakan penyesuaian fiskal secara terukur jika situasi ekonomi internasional makin memburuk. Perubahan rincian postur APBN menjadi salah satu opsi utama intervensi tersebut.
"Nanti kalau ke depan keadaan menekan lagi, kita akan tentunya mengatur APBN, tapi kita semua dalam, berawal dari posisi yang kuat APBN-nya," tegasnya.
Bendahara negara ini meminta masyarakat luas tidak perlu merisaukan ketahanan fiskal nasional. Otoritas keuangan terus bersiaga menjaga stabilitas roda ekonomi di dalam negeri.
Fokus utama pemerintah saat ini bertumpu pada upaya perlindungan daya beli masyarakat dari gempuran dinamika global. Pemenuhan derajat kesejahteraan rakyat wajib berjalan optimal di tengah beragam tantangan ekonomi.
Selain sektor fiskal makro, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap kinerja sektor energi nasional. Aktivitas produksi minyak dan gas bumi (migas) mendapat pemantauan lapangan secara intensif.
Optimalisasi lifting migas memegang peranan kunci dalam menjaga kesinambungan performa sektor energi. Pencapaian target produksi ini otomatis akan memperkokoh fondasi ketahanan fiskal negara.
"Jadi teman-teman gak usah khawatir, sementara itu upaya optimalisasi lifting migas terus dipantau guna menopang kesinambungan kinerja sektor energi dan memperkuat ketahanan fiskal nasional ke depan," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar