periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus membaik pada kuartal II 2026. Hal itu seiring percepatan berbagai program pemerintah.

‎Purbaya menilai, arah pertumbuhan ekonomi saat ini tidak hanya membaik, tetapi berpotensi mengalami akselerasi apabila program-program yang telah dirancang berjalan optimal. ‎Ia menyebut, berdasarkan data awal, kinerja ekonomi pada awal tahun menunjukkan tren yang cukup positif. Bahkan, pertumbuhan pada kuartal I diperkirakan bisa menembus di atas 5,5%.

‎"Saya mesti lihat dulu pertumbuhan kuartal I seperti apa. Kalau saya lihat dari data-data yang ada, sepertinya cukup baik triwulan (kuratal) pertama itu saya pikir (bisa) di atas 5,5% kan," kata Purbaya kepada media, Jakarta, dikutip Jumat (10/4). 

‎Menurut Purbaya, momentum tersebut diharapkan mampu memperbaiki sentimen pelaku usaha serta mendorong aktivitas ekonomi yang lebih kuat ke depan.

‎Ia juga menepis anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dipengaruhi faktor musiman seperti periode Lebaran. Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi saat ini didorong oleh desain kebijakan yang lebih terarah.

‎"Kata siapa Kata siapa tahun lalu lebaran memble Jadi bukan musiman aja. Tapi tahun lalu seperti kan dibandingkan sekarang, gimana-gimana macet semua pada belanja. Jadi memang ada desain ekonomi yang membuat ekonominya tumbuh lebih cepat Jadi bukan karena lebaran aja," terang dia. 

‎Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan pemerintah telah mempercepat belanja negara serta meningkatkan efektivitas pengeluaran. Hal ini tercermin dari pertumbuhan belanja pemerintah yang mencapai lebih dari 30%, serta penerimaan pajak yang juga tumbuh di atas 20%.

‎"Jadi artinya Aktifitas ekonomi memang benar-benar membaik," tutup Purbaya.